Disusun Oleh :
Dosen :
Nita Sri Handayani, SSPsi
JURUSAN TEKNIK
INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2014
A. ISD Sebagai Mata Kuliah dasar umum
1.1
Pengertian ISD
ilmu social
dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social
yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia
dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal
dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social.
pengetahuan yg menelaah masalah2 sosial, khususnya masalah – masalah yg
diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori – teori yg
berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu
sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik,
Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah)
1.2
Tujuan ISD
Sebagai salah
satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan
mahasiswa agar :
a. Memahami dan
menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial danmasalah-masalah sosial yang ada
dalam masyarakat.
b. Peka
terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta
dalamusaha-usahamenanggulanginya.
c. Menyadari
bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakatselalu bersifat
kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya)secara
kritis-interdisipliner.
d. memahami
jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat
berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulanganmasalah sosial yang
timbul dalam masyarakat.
1.3
Kelompok Ilmu Pengetahuan
pada dasar
pengelompokan ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu adalah
a.) Ilmu
Pengetahuan Alam,
b.) Ilmu
Pengetahuan Sosial,
c.) dan Ilmu
Pengetahuan Budaya atau yang lebih umum disebut adalah Ilmu Pengetahuan
Humaniora.
Pengelompokan
ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu
Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Alamiah
Dasar bisa di satu keterkaitkan dengan IPA Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu
Sosial Dasar bisa di satu keterkaitkan dengan IPS Ilmu Pengetahuan Budaya dan
Ilmu Budaya Dasar bisa di satu keterkaitkan dengan Humaniora pada dasarnya
semuanya saling keterkaitkan dengan salah satu bidang yang sama dan tujuan yang
sama.
1.4
Perbedaan antara ISD dan IPS adalah :
a.)
Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan
Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b.)
Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu
c.)
Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
(untuk sekolah lanjutan).
d.)
Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian,
sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan
ketrampilan intelektual
1.5
Persamaan antara ISD dan IPS adalah :
a.)
Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program
pendidikan/pengajaran.
b.)
Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c.)
Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah
sosial
B. Penduduk
Masyarakat dan Kebudayaan
2.1 Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di indonesia sangat cepat
Seperti yang
sering kita temui sekarang banyak sekali angkutan kota yang ramai sehingga kita
susah untuk mendapatkan kendaraan umum. contoh seperti di stasiun , terminal ,
bandara , pelabuhan dimana-mana ramai. tanpa kita sadari itu disebabkan oleh
pertumbuhan penduduk yang begitu cepat, sehingga terjadi penumpukan penumpang
di setiap angkutan umum. ada 3 faktor utama penyebab pertumbuhan penduduk
begitu cepat yaitu :
a. kelahiran
(fertilitas)
1. Pengukuran
Fertilitas Tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu
dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada
tahun tersebut. Adapun ukuran – ukuran fertilitas tahunan adalah :
a. Tingkat
Fertilitas Kasar (Crude Birth Rate )
Adalah
banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
b. Tingkat
Fertilitas Umum (General Fertility Rate )
Adalah jumlah
kelahiran hidup per.1000 wanita usia reproduksi (usia 14 14-49 atau 15 15-44 th
th) ) pada tahun tertentu.
c. Tingkat
Fertilitas Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate )
Adalah
perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun
tertentu.
d. Tingkat
Fertilitas Menurut Urutan Kelahiran (Birth Order Specific Fertility Rates
Rates)
Adalah
perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada
umur dan tahun tertentu.
2. Pengukuran
Fertilitas Kumulatif
Adalah
pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan
hingga mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukuran – ukuran fertilitas
kumulatif adalah :
a. Tingkat
Fertilitas Total (TFR)
adalah jumlah
kelahiran hidup laki laki-laki & wanita tiap 1000 penduduk yang hidup
hingga akhir masa reproduksinya dg dg catatan :
• tidak
ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
• tingkat
fertilitas menurut umur tdk berubah pd periode waktu tertentu.
b. Gross
Reproduction Rates (GRR)
adalah jumlah
kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya
dengan catatan tdk ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa
reproduksinya.
c. Net
Reproduction Rates (NRR)
adalah jumlah
kelahiran bayi (pr) oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 (pr) dengan
memperhitungkan kemungkinan meninggalkan para (pr) itu sebelum mengakhiri
mengakhiri masa reproduksinya.
Faktor
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas penduduk :
1. Faktor
Demografi, antara lain :
• Struktur
umur
• Struktur
perkawinan
• Umur
kawin pertama
• Paritas
• Disrupsi
perkawinan
• Proporsi
yang kawin
2. Faktor
Non Demografi, antara lain :
• Keadaan
ekonomi penduduk
• Tingkat
pendidikan
• Perbaikan
status perempuan
• Urbanisasi
dan industrialisasi
b. kematian (mortalitas)
Berikut sedikit
penjelasan mengenai pengukuran mortalitas :
1. Crude
Death Rate (CDR)
Adalah
banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan
tahun.
2. Age
Specific Death Rate (ASDR)
Adalah jumlah
kematian penduduk pd tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.
3. Infant
Mortality Rate (IMR)
Adalah tingkat
kematian bayi
Karakter
kelompok penduduk yang mempengaruhi Crude Death Rate (CDR) :
1. Antara
penduduk daerah pedesaan dan daerah perkotaan
2. Penduduk
dengan lapangan pekerjaan yang berbeda
3. Penduduk
dengan perbedaan pendapatan
4. Perbedaan
jenis kelamin
5. Penduduk
dengan perbedaan status kawin
c. perpindahan (migrasi)
Faktor terakhir
yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu daerah adalah
Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak
penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor – faktor
yang mempengaruhi migrasi :
• Faktor
individu
• Faktor
yang terdapat di daerah asal
• Faktor
yang terdapat di daerah tujuan
• Rintangan
antara daerah asal dan daerah tujuan
Daya tarik dan
daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan penduduk :
1. Kekuatan
Sentripetal
Adalah kekuatan
yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya :
• Terikat
tanah warisan
• Menunggu
orang tua yang sudah lanjut
• Kegotong
royongan yang baik
• Daerah
asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka
2. Kekuatan
Sentrifugal
Adalah kekuatan
yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya :
• Terbatasnya
pasaran kerja
• Terbatasnya fasilitas
pendidikan.
faktor lain
yang mempengaruhi cepatnya pertumbuhan penduduk di indonesia adalah keyakinan
masyarakat yaitu bahwa banyak anak , banyak rezeki.
“Anak itu
rejeki, itu betul. Tapi di satu sisi lain, anak itu juga amanah, tanggung
jawab. Jadi kalau kita tidak bisa mendidik dengan baik, itu suatu kesalahan
besar bagi orang tua,”
Jadi jumlah
yang lahir jauh lebih banyak dari yang meninggal. Akibatnya, angka pertumbuhan
penduduk meningkat dengan cepat. Peledakan penduduk ini dapat mengacaukan
pembangunan ekonomi dan mengganggu kesejahteraan keluarga. Pendapatan masih
rendah, sementara banyak anak yang harus diurus. Kualitas anak tidak terjamin
sehingga sulit keluar dari perangkap kemiskinan.
faktor lain
berikutnya adalah :
Karena gagalnya
pemerintah dalam menkampanyekan KB (keluarga berencana)
Kendala
program KB adalah otonomi daerah yang mengakibatkan keterputusan koordinasi dan
implementasi program secara luas. Tidak semua daerah mempunyai struktur yang
khusus mengurusi KB. Di tengah perubahan itu fungsi petugas penyuluh lapangan
KB (PLKB) juga tergerus karena kurang dukungan. Padahal PLKB penting untuk
mengedukasi dan memberikan konseling sehingga masyarakat dapat merencanakan
keluarga dengan baik dan rasional.
masalah sosial
akibat kepadatan penduduk :
• terjadinya
kerawanan sosial.
• lunturnya
nilai-nilai sosial.
• kesulitan
memenuhi kebutuhan hidup.
• timbulnya
masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
masalah
lingkungan fisik akibat kepadatan penduduk :
• kerusakan
hutan.
• terjadinya
pencemaran lingkungan.
• kekeringan
pada musim kemarau.
• semakin
sempitnya lahan pertanian,
• timbulnya
banjir pada musim penghujan.
2.2 PERTUMBUHAN
PENDUDUK
Tabel Perkembangan penduduk dunia
Perkembangan
penduduk dunia tahun 1830 – 2006
Sumber :
Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia
Bisa kita lihat
rata – rata setiap negera penduduknya bisa bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu
perkembangan penduduk dunianya bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti
penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya.
Tabel
Pengandaan Penduduk Dunia
Sumber :
Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
Menggunakan
interpolasi linear dari perkiraan UNDESA, populasi dunia telah meningkat dua
kali lipat atau akan dua kali lipat dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua
titik tolak yang berbeda). Perhatikan bagaimana, selama 2 milenium,
menggandakan masing-masing mengambil kira-kira setengah selama dua kali lipat
sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik disebutkan di atas. Namun, tidak
mungkin bahwa akan ada penggandaan lain dalam abad ini.
Faktor-Faktor
Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
1. Kematian
Kematian adalah
hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat
mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya
hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat
dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan faktor penghambat kematian
.
2. Kelahiran
Kelahiran
bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat
kelahiran dan yang mendukung kelahiran
3. Imigrasi
apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan ktp menjadi dua
maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan sulit mendata
penduduk dengan data pasti
Rumus Tingkat
Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Ket :
CDR
= Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D
= Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P
= Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K
= Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat
Kematian Khusus
ASDRx = Dx/Px x
K
Ket :
ASDRx =
Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx
= Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu
tahun
Px
= Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K
= Bilangan konstan 1000
Angka Kelahiran
Angka kelahiran
adalah angka yang menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per
tahun. Angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu:
1. Angka
kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun.
2. Angka
kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20-30 per tahun.
3. Angka
kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun.
Pengertian dan
Akibat Migrasi
Secara umum
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu
tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau
batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi
diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara)
ke daerah (negara) lain.
Ada dua dimensi
penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan
dimensi waktu.
Tinjauan
migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan
kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata.Migrasi salah satu dari
tiga komponen dasar dalam demografi, Migrasi bersama dengan dua komponen
lainnya, kelahiran dan kematian, mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu
wilayah.
Berikut ini
adalah akibat yang muncul dari migrasi :
• Pengaruh
Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi
Dampak
kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang
sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan
menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang.
Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.
• Pengaruh
Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial
Jika lapangan
pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan
meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan
penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin
meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan
masyarakat.
• Pengaruh
Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan
Jumlah penduduk
yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini
berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:
• Pencemaran
Lingkungan
Pencemaran atau
polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas
manusia.
Macam-Macam
Migrasi dan Proses Migrasi
Berikut adalah
macam-macam migrasi :
1. Emigrasi
adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.
2. Imigrasi
adalah masuknya penduduk ke dalam suatu daerah negara
tertentu.
3. Urbanisasi
adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
4. Transmigrasi
adalah perpindahan penduduk antarpulau dalam suatu negara.
5. Remigrasi
adalah kembalinya penduduk ke negara asal setelah beberapa lama berada di
negara orang lain.
Proses Migrasi
Penduduk dari Asal ke Daerah Tujuan :
1. Dalam
memilih daerah tujuan para imigran cenderung memilih daerah yang terdekat
dengan daerah asal
2. Kurangnya
kesempatan kerja didaerah asal dan adanya kesempatan kerja didaerah tujuan
merupakan salah satu alasan seseorang melakukan mobilitas penduduk
3. Informasi
yang positif dari sanak saudara, kerabat tentang daerah tujuan, merupakan
sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan seseorang untuk
berimigrasi
4. Informasi
yang negatif yang dating ari daerah tujuan, menyebabkan orang enggan untuk
berimigrasi
5. Makin
besar pengaruh daerah perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi
mobilitas orang tersebut
6. Makin
tinggi pendapatan seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
7. Seseorang
akan memilih daerah tujuan dimana terdapat sanak saudara atau kenalan yang
berada didaerah tersebut
8. Migrasi
masih akan terjadi apabila di suatu daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi
dll)
9. Orang
yang berumur muda dan belum berumah tangga lebih banyak mengadakan mobilitas
daripada orang yang sudah berusia lanjut dan berstatus kawin
10. Makin
tinggi pendidikan seseorang, makin banyak melaksanakan mobilitas penduduk
Jenis Struktur
Penduduk
1. Jumlah
Penduduk : Urbanisasi, Reurbanisasi, Emigrasi, Imigrasi, Remigrasi,
Transmigrasi.
2. Persebaran
Penduduk : Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah
dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat.
3. Komposisi
Penduduk : Merupakan sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang
membagi dan membahas masalah kependudukan dari segi umur dan jenis
kelamin.
Bentuk Piramida
Penduduk
• Piramida
penduduk muda berbentuk limas
Piramida ini
menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa.
Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Contoh Negara :
India, Brazilia, Indonesia.
• Piramida
penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat
Bentuk ini
menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa. Tingkat
kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Contoh Negara :
Swedia, Belanda, Skandinavia.
• Piramida
penduduk tua berbentuk batu nisan
Piramida bentuk
ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila dibandingkan
dengan usia dewasa. Jika angka kelahiran jenis pria besar, maka suatu negara
bisa kekurangan penduduk. Contoh Negara : Jerman, Inggris, Belgia, Prancis.
Pengertian
Rasio Ketergantungan
Rasio
Ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun,
ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah
penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia
yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua. Rasio
ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat
menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara
yang sedang berkembang. Semakin tingginya persentase rasio ketergantungan
menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang
produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak
produktif lagi.
2.3KEBUDAYAAN
DAN KEPRIBADIAN
Pertumbuhan dan
Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
• Zaman
Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu
pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar,
misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa,
Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini
tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan
penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa
kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi
berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai
besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan
Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke
Filipina.
• Zaman
Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada
zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur
logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh
karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk
berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri – ciri
zaman batu muda :
1. Mulai
menetap dan membuat rumah
2.
Membentuk kelompok masyarakat desa
3.
Bertani
4.
Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa
Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu
membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan
Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat
dari bahan perunggu.
Kebudayaan
Hindu, Budha, dan Islam
• Kebudayaan
Hindu, Budha
Pada abad ke-3
dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau
akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5
ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat
dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak
menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama
itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai.
Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya
budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni
ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang
diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya
yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari,
dll.
• Kebudayaan
Islam
Abad ke 15 da
16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam
yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di
Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa
sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota
Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di
karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15
ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara
pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat
pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di
Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat,
Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan .
Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh
pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya
telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh
oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam
kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten,
Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan
Barat
Unsur
kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan
kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke
Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke
Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang
Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di
kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya
arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan,
terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ;
Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan
dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan
rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul
sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama
dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh
Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu
diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak
menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa
sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia
2.4 Pegertian Migrasi
Migrasi adalah
peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke bioma lainnya. Dalam
banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang
baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya
musim dingin atau karena overpopulasi.
C. INDIVIDU,
KELUARGA DAN MASYARAKAT
1. PERTUMBUHAN
INDIVIDU
A. Pengertian Individu
“Individu”
berasal dari kata latin “Individium” artinya “yang tak terbagi”. Dalam
ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang
majemuk memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Disimpulkan bahwa
adalah seseorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam
lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah
dirinya.
B. Pengertian Pertumbuhan
Terdapatnya
perbedaan pandapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu
adalah satu perubahan yang menuju kearah yang maju dan lebih dewasa. Pahra ahli
yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya
adalah proses asosiasi (proses asosiasi yang primer adalah bagian-nagian).
Dapat dirumuskan bahwa proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada
seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau
empiris luar melalui paca indera yang menimbulkan sensasi maupun
pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan refleksionis.
Konsepsi aliran sosiologi dimana ahli dari pengikut aliran ini menganggap bahwa
pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi, yaitu proses perubahan dari sifat
mula-mula yang asosiasi atau juga social kemudian tahap demi tahap
disosialisasikan.
C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Pertumbuhan
Membahas
pertumbuhan itu ada bermacam-macam aliran, namun ada garis besarnya dapat
digolongkan kedalam 3 (tiga) golongan , yaitu :
A). Pendirian
Nativistik
Pertumbuhan
individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
B). Pendirian
Empiristik Dan Environmentalistik
Pertumbuhan
Individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar (bakat) tidak
berperan sama sekali.
C). Pendirian
Konvergensi Dan Interaksionisme
Konsepsi
konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang
menyatakan bahwa interaksi antara dasar (bakat) dan lingkungan dapat menentukan
individu.
2. KELUARGA
A. Pengertian
Keluarga
Menurut Sigmund
Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.
Adler
berpendapat bahwa keluarga itu dibangun berdasarkan hasrat dan nafsu berkuasa.
Durkheim
berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai faktor-faktor politik,
ekonomi dan lingkungan.
Ki Hajar
Dewantara berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena
terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai gabungan
yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan
itu memuliakan masing-masing anggotanya.
Keluarga pada
umumnya, diketahui terdiri seorang individu (suami), individu lainnya (istri)
yang selalu berusaha menjaga rasa aman dan ketentraman ketika menghadapi segala
suka-suka hidup dalam eratnya ikatan luhur hidup bersama.
Keluarga
sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara
langsung terhadap perkembangan ind ividusebelum maupun sesudah terjun secara
langsung individual dimasyarakat.
B. Pengertian
Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah satu
pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan didalam atau oleh
keluarga itu.
C. Macam-Macam
Fungsi Keluarga
Pekerjaan-pekerjaan
yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/dirinci
kedalam beberapa fungsi, yaitu :
A).
Fungsi Biologis
B).
Fungsi Pemeliharaan
C).
Fungsi Ekonomi
D).
Fungsi Keagamaan
E).
Fungsi Sosial
3. INDIVIDU,
KELUARGA & MASYARAKAT
a. Pengertian
keluarga
istilah
keluarga itu sendiri memiliki beraneka ragam pngertian, salh satunya
diungkapkan oleh Paul B Houton dan Chester L Hunt (1987:267) adalah sebagai
berikut :
•
Suatu kelompok yang mempunyai nenek moyang yang sama.
•
Suatu kelompok kekerabatan yang disatukan oleh darah atau
perkawinan.
•
Pasangan perkawinan dengan atau tanpa anak.
•
Pasangan tanpa nikah yang mempunyai anak.
•
Satu orang dengan beberapa anak.
b. pengertian
masyarakat
Masyarakat juga
sering dikenal dengan istilah society yang berarti sekumpulan orang yang
membentuk sistem, yang terjadi komunikasi didalam kelompok tersebut. Menurut
Wikipedia, kata Masyarakat sendiri diambil dari bahasa arab, Musyarak.
Masyarakat juga bisa diartikan sekelompok orang yang saling berhubungan dan kemudian
membentuk kelompok yang lebih besar. Biasanya masyarakat sering diartikan
sekelompok orang yang hidupa dalam satu wilayah dan hidup teratur oleh adat
didalamnya.
c. Sebutkan 2
golongan masyarakat
1. Masyarakat
sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola
pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja
berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang
adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam
menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2. Masyarakat
Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal
dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang
berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan
masyarakat maju, dapat dibedakan.
d. perbedaan
masyarakat industri dan non industri
•
Masyarakat Non Industri
Terbagi menjadi dua kelompok :
a. Kelompok
Primer
Dalam kelompok
primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih
akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para
anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal
lebih dekat, lebih akrab.
b. Kelompok
sekunder
Antara anggota
kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang
bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja,
pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.
•
Masyarakat Industri
Masyarakat yang
pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas
masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling
ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal
pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat
industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang
dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
4. HUBUNGAN
ANTAR INDIVIDU, KELUARGA & MASYARAKAT
a. makna
individu
Makna Individu
: Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan
terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan, kemauan,
dan perasaan saja. Dalam kegembiraannya manusia dapat mengagumi dan merasakan
suatu keindahan, karena ia mempunyai rasa keindahan, rasa estetis dalam
individunya.
b. makna
keluargaMakna Keluarga : Makna keluarga termasuk juga dengan pengertian
keluarga yg saya ketahui seperti betikut yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak
serta bebarapa orang lain yang masih terikat dalam hubungan darah dan saling
ketergantungan atau membutuhkan satu sama lain.
c. makna
masyarakatMakna Masyarakat : makna masyarakat termasuk juga dengan pengertian
dari masyarakat tersebut yaitu merupakan istilah yang digunakan untuk
menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan
masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai individu. Dari
segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh
kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains
sosial.
d. Hubungan
antara individu, keluarga dan masyarakatAspek individu, keluarga, masyarakat
dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya
mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga,
masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak
lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu
membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat
mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan
kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai
potensinya sebagai manusia.
5. URBANISASI
a. pengertian
urbanisasi
Pengertian
urbanisasi mengandung banyak makna bergantung dari sudut mana kita mengkajinya,
diantaranya:
a. Urbanisasi
diartikan sebagai proses pembengkakan kota yang diakibatkan oleh peningkatan
jumlah penduduk yang sangat cepat. Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan
alami penduduk kota dan adanya perpindahan penduduk dari desa ke kota. Dari
pengertian ini sering diartikan bahwa urbanisasi adalah perpindahan penduduk
dari desa ke kota.
b. Urbanisasi
diartikan juga sebagai proses bertambahnya jumlah kota pada suatu wilayah atau
negara yang disebabkan oleh perkembangan sosial, ekonomi dan teknologi.
c. Urbanisasi
diartikan sebagai proses berubahnya suasana kehidupan pedesaan menjadi suasana
perkotaan.
d. Urbanisasi
bisa pula diartikan sebagai pemekaran wilayah perkotaan.
b. proses
terjadinya urbanisasi
Proses
urbanisasi di negara berkembang terjaditerlebih dulu dan kemudian menjadi titik
tolak terjadinya industrialisasi. Pada kenyataannnya,saat ini seperti yang
terjadi di Cibinong, urbanisasi terjadi setelah adanya industri
(dibangunnyadaerah-daerah industri baru). Selain itu pada daerah pinggiran
Jakarta dibangun beberapa daerahindustri yang berfungsi untuk mendukung
kegiatan kota Jakarta, selain itu juga terjadi peningkatan ekonomi wilayah
pinggiran tersebut sehingga wilayah tersebut berangsur-angsur menjadi kota.
Oleh karena itu konsep bahwa urbanisasi merupakan titik tolak terjadinya
industrimenjadi kurang tepat karena sesungguhnya keduanya saling
mempengaruhi.Selain itu telahdisebutkan bahwa urbanisasi adalah proses kenaikan
proporsi jumlah penduduk kota, dalam bukuKota Indonesia Masa Depan Masalah dan Prospek,
oleh BN Marbun, disebutkan bahwa kenaikan jumlah penduduk ini diantaranya
disebabkan oleh:- gejala alami, yaitu kelahiran- masuknya orang-orang yang
pindah dari daerah pedesaan ke perkotaan, ataupun dari daerah perkotaan ke
daerah perkotaan yang lebih besar atau yang disebut migrasi (rural-urban,
urban-urban).Kedua hal ini biasanya disebut sebagai komponen urbanisasi. Dari
kedua komponentersebut biasanya, pengaruh perpindahan penduduk dari pedesaan ke
perkotaan ataupun perpindahan daeri perkotaan ke kota yang lebih besar akan
mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan pengaruh jumlah
kelahiran.Banyak orang berpendapat bahwa alasan utama kepindahan seseorang atau
sekelompok orang dari daerahnya ke tempat lain adalah karena terdorong oleh faktor-faktor
penarik daerahkota atau daerah tersebut serta anggapan dari masyarakat desa
bahwa kota dapat memberikanlapangan/ kesempatan kerja dengan memberikan upah
yang besar. Namun dalam kenyataannyasebagian besar penyebab terjadinya migrasi
ini adalah karena tidak adanya pekerjaan yang sesuaidengan keahlian yang mereka
miliki, sehingga timbul kecenderungan untuk keluar dari desa ataudaerah mereka
untuk pindah ke kota.

0 komentar:
Posting Komentar