animasi  bergerak gif
I Want To Kill You
0

Review Jurnal Tentang Penerapan ISO 14001



“Review 3 Jurnal Tentang Penerapan ISO 14001”


NAMA    : WAHYU TRI UTOMO
KELAS   : 3ID10
NPM       : 39413213
Fak.        : Teknologi Industri
Jur.         : Teknik Industri
Univ.      : Universitas Gunadarma     


LANDASAN TEORI

Konsep Sistem Manajemen Mutu
Berdasarkan definisi dari Badan Standardisasi Nasional, 2001, Sistem Manajemen Mutu adalah Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. Pada penerapan sistem manajemen mutu, perusahaan memerlukan pedoman atau standar sehingga mutu produk yang dihasilkan dapat diterima pelanggan baik dalam wilayah regional, nasional maupun internasional. Adapun badan internasional yang menangani pedoman atau standar tersebut adalah International Organization for Standardization atau yang lebih dikenal dengan ISO.

ISO (International Organization for Standarization)
Menurut Zuhrawaty, 2009, International Organization for Standarization (ISO) untuk selanjutnya disebut dengan ISO, adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab dalam penyusunan standar baru ataupun revisi ISO standar yang telah ada. Standard yang dikeluarkan oleh ISO, dipersiapkan oleh Technical Committee yang mewakili organisasi serta kalangan industri. ISO membawahi sejumlah badan sertifikasi nasional yang terdiri dari 135 negara atau lebih di seluruh dunia. Pada umumnya, ISO terkait dengan mutu produk maupun jasa; standar-standar yang telah ditetapkan akan ditinjau kembali dalam kurun waktu 5 s/d 6 tahun untuk memastikan standar tersebut masih relevan dengan perkembangan dunia usaha. Standar yang ditetapkan oleh ISO tidak bersifat teknis pelaksanaan, tetapi merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam penerapannya.

Jenis-Jenis Standard Internasional
Berbagai standard sudah dikeluarkan oleh ISO antara lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Menurut Fanny Tjiptono dan Anastasia Diana, 2001, jenis-jenis standard yang sudah dikeluarkan antara lain: 1. ISO 14000, yang merupakan standard internasional bagi pelaksanaan suatu organisasi yang berkaitan dengan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. 2. ISO 22000, merupakan standard internasional bagi pelaksanaan suatu organisasi yang memproduksi makanan/ minuman yang berkaitan dengan tanggung jawab terhadap keamanan konsumsi para konsumen (Food Safety). 3. ISO 27000, merupakan standard internasional bagi pelaksanaan sistem informasi suatu usaha yang berkaitan dengan tanggung jawab terhadap pengamanan dan keselamatan informasi (Information Security). 4. OHSAS 18000, merupakan standard internasional bagi pelaksanaan suatu proyek yang berkaitan dengan tanggung jawab proyek tersebut terhadap keselamatan dan kesehatan kerja bagi personil yang terlibat didalamnya. 5. ISO 9000 adalah standard internasional yang merupakan persyaratan yang digunakan dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu perusahaan.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
a.                   Arti ISO 14001 dan Maksud ISO 14001
Pengertian sistem manajemen lingkungan menurut ISO 14001:2004 adalah suatu sistem manajemen pengelolaan lingkungan yang telah diakui secara internasional dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikat di bawah koordinasi Organisasi Standar Internasional (ISO : International Organization For Standardization ). Sistem Manajemen Lingkungan atau Environment Management System (EMS) merupakan bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, latihan atau praktek, xxii prosedur, proses dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, evaluasi dan pemeliharaan kebijakan lingkungan. ( ISO 14001, 1996 ) Pada prinsipnya, ISO 14001 berisi syarat atau aturan komprehensif bagi suatu organisasi dalam mengembangkan sistem pengelolaan dampak lingkungan yang baik dan menyeimbangkan dengan kepentingan bisnis, sehingga upaya perbaikan kinerja yang dilakukan akan disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dalam penerapannya ISO 14001 bersifat sukarela (voluntary), tidak ada hukum yang mengikat yang mengharuskan dalam penerapannya. ( ISO 14001, 2004 )
b.         Keuntungan Menerapkan Sistem Manajemen Lingkugan Manajemen Lingkungan merupakan manajemen yang tidak statis melainkan suatu yang dinamis, sehingga diperlukan penyesuaian bila terjadi perubahan di perusahaan yang mencakup sumber daya, proses dan kegiatan perusahaan. Diperlukan pula penyesuaian seandainya terjadi perubahan di luar perusahaan, misalnya perubahan peraturan perundangan dan pengetahuan yang disebabkan oleh perkembangan teknologi. Berbagai manfaat dapat diperoleh bila menerapkan ISO 14001, yang sekaligus dapat dianggap sebagai keuntungan dari manajemen lingkungan. Manfaat yang paling penting adalah perlindungan lingkungan. Dengan mengikuti persyaratan yang ada akan membantu pula dalam mematuhi peraturan perundangundangan dan sistem manajemen yang efektif. Perbaikan lingkungan yang berkesinambungan mempunyai kesamaan konsep dengan manajemen lingkungan total. Hal tersebut menyajikan konsep xxiii bahwa sistem selalu bisa dikendalikan dan selalu ada cara yang lebih efektif dari segi biaya untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan lebih jauh selama ada indikator-indikator yang kreatif dalam perusahaan yang diperbolehkan menyatakan ide-ide mereka. ( Kuhre, 1996 ) Keuntungan ekonomi dapat diperoleh dari penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Keuntungan ini sebaiknya diidentifikasi agar dapat menunjukkan kepada pihak terkait, khusunya pemegang saham, nilai perusahaan yang memiliki manajemen lingkungan yang baik. Keuntungaan ini memberikan pula peluang perusahaan untuk mengkaitkan tujuan dan sasaran lingkungan dengan hasil financial tertentu dan dengan demikian menjamin bahwa sumber daya akan dapat diperoleh dimana sumber daya ini memberikan keuntungan paling baik secara finansial maupun lingkungan.
c.         Unsur-unsur di dalam Standar ISO 14001 Standar ISO 14001 merupakan dokumen spesifikasi sistem manajemen lingkungan. Standard ini memuat unsur-unsur yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin memperoleh sertifikasi atas pelaksanaan standar ISO 14001. Unsur-unsur yang dirinci dalam ISO 14001 harus diterapkan, didokumentasikan dan dilaksanakan sehingga lembaga sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan, selaku pihak ketiga dapat memberikan sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan kepada perusahaan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan bahwa perusahaan tersebut telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan dengan baik. ( ISO 14001, 2004 ).

Hasil
Review

JURNAL 1
KAJIAN EFEKTIVITAS PENERAPAN
SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001
Di PT UNILEVER INDONESIA Tbk
PABRIK HOME PERSONAL CARE LIQIUID

Latar Belakang
Tumbuhnya perindustrian  yang berkembang pesat saat ini berbanding lurus  dengan  dampak  lingkungan  yang  ditimbulkan.  Kondisi  ini  semakin  meningkat seiring  merebaknya  isu  lingkungan  yang  menarik  perhatian  dunia  internasional seperti  efek  gas  rumah  kaca  ataupun  naiknya  permukaan  air  di  bumi.  Negara-negara maju mulai memutar otak atas isu lingkungan yang sedang terjadi. Menyikapi   kondisi   di   atas,   sebagai   bagian   untuk   memenuhi   tuntutan stakeholder  dan sekaligus sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, perusahaan-perusahaan perlu mengembangkan dan mengelola sistem manajemen lingkungan
Berkembangnya  kesadaran  dan  kepedulian  masyarakat  terhadap  masalah-masalah  lingkungan  menuntut  perusahaan  untuk  secara  profesional,  terpadu  dan berkesinambungan mengelola aspek lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja.  Sistem Manajemen Lingkungan (SML) merupakan bagian dari sistem manajemen  organisasi  yang    digunakan  untuk  mengembangkan  dan  menerapkan  kebijakan lingkungan  dan    mengelola  aspek  lingkungan  yang  juga  dituangkan  dalam  ISO 14001. Penerapan SML juga bagian dari amanat UU No.  32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam menyikapi hal ini maka PT Unilever  Indonesia  Tbk  sebagai  perusahaan  yang  dalam  proses  produksinya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan melalui manajemen puncaknya  berkomitmen  dan  bertekad  untuk  menjaga  lingkungan  sehingga  akan tercapai  keseimbangan  kerja  dan  kelestarian  lingkungan.
Tujuan Penelitiam
Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  efektivitas  penerapan      SML ISO 14001 di PT Unilever Indonesia, meliputi :
1.      Penelusuran   elemen-elemen   SML   perusahaan   dalam   mengendalikan aspek lingkungan penting.
2. Kajian komitmen perusahaan dan kepedulian karyawan.
3. Kajian efektivitas pengelolaan lingkungan.
4.        Identifikasi permasalahan dalam penerapan SML ISO 14001

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini antara lain: 

1.      Sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja lingkungan.
2.      Sebagai sumber pengetahuan bagi perusahaan dan mahasiswa tentang SML ISO 14001.

Metode Penelitian
Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu : 
1.      Mempelajari  muatan  setiap  klausul  atau  elemen  SML  ISO  14001,  dengan cara memahami siklus SML.
2.      Mempelajari  implementasi  klausul  kebijakan  lingkungan  di  lapangan dan dibandingkan dengan SNI 19-14001-2005.
3.      Mempelajari  aspek  lingkungan  untuk  mengetahui  dampak  lingkungan dari suatu kegiatan, produk atau jasa.
4.      Mempelajari  implementasi  sistem  dengan  cara  menelaah  elemen-elemen manajemen untuk setiap aspek.
5.      Mempelajari implementasi sistem efektivitas SML dari proses, pencapaian dan hasil untuk melihat efektivitas SML dapat menggunakan Diagram Efektivitas.

Hasil Penelitian
Dari hasil pengkajian yang telah dilakukan  menunjukkan bahwa manajemen puncak   PT   Unilever   Indonesia   Tbk   telah   berkomitmen   untuk   menetapkan kebijakan  lingkungan. kebijakan  lingkungan  PT Unilever   Indonesia   Tbk   yang   ditandatangani   oleh   Bapak   Maulana   Wahyu Jumantara  sebagai  GM Manufacturing HPC.  Selain  itu,  kebijakan  lingkungan juga  telah  memuat  tiga  komitmen  fundamental  pendukung  kebijakan  lingkungan untuk  pemenuhan  persyaratan  ISO  14001,  yaitu  pencegahan  polusi,  kesesuaian dengan  undang-undang  yang  berlaku  dan  perbaikan  seara  terus  menerus yang berkesinambungan.
Dari  hasil  pemantauan  lapangan,  penyimpanan  dokumen kebijakan  lingkungan  telah  tersimpan  dengan  baik  di  ruang  dokumen.Tetapi kebijakan  lingkungan  belum  dipublikasikan  dengan  baik  karena  tidak  ditemukan di  beberapa  ruangan  dan  kebijakan  lingkungan  belum  dikomunikasikan  dengan baik kepada seluruh karyawan PT Unilever Indonesia Tbk.

JURNAL 2
ANALISA SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 
Di PT. JANATA MARINA INDAH SEMARANG BERDASARKAN ISO 14001

Latar Belakang
Permasalahan lingkungan semakin populer pada dekade terakhir ini. Globalisasi di berbagai bidang pada akhir-akhir ini tidak luput dan terkait dengan perkembangan masalah lingkungan. PT.Janata Marina Indah Semarang merupakan salah satu perusahaan swasta nasional Indonesia, dalam bidang produk dan perbaikan kapal, dimana dalam proses produksinya melalui beberapa tahap yang setiap tahapnya dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Untuk melakukan sistem manajemen lingkungan yang baik, maka diperlukan adanya suatu standar yang menjelaskan tentang sistem tersebut.
Munculnya organisasi internasional di bidang standardisasi yaitu ISO (International Organization for Standardization) memberikan peluang tiap perusahaan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di kancah global. Dalam komitmennya untuk berpartisipasi memperbaiki lingkungan PT. Janata Marina Indah Semarang berharap nantinya dapat mendaftarkan perusahaannya dalam ISO 14001. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut PT. Janata Marina Indah, Semarang perlu menerapkan standar-standar international guna mendukung keberlangsungan perusahaan, yang diantaranya adalah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang dikenal dengan istilah ISO 14001.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan mulai dari studi lapangan pendahuluan, identifikasi masalah, perumusan masalah, penentuan tujuan penelitian, kemudian melakukan studi studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka merupakan tahapan penelitian dimana penulis melakukan observasi terhadap literature-literatur yang ada untuk mendapatkan teori-teori yang mendukung pemecahan masalah yang dilakukan. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Checklist. Terdapat 5 prinsip dan 17 elemen pada ISO 14001 dan menghasilkan 31 pertanyaan. Skor yang tinggi di elemen apapun tidak selalu merupakan tanda bahwa kebutuhan dasarnya terpenuhi, jika kriteria inti dalam elemen tidak terpenuhi.
Hasil Analisa
Berdasarkan hasil observasi, total skor yang dihasilkan dari 5 prinsip yang terdapat pada ISO adalah:
Prinsip kebijakan dan komitmen. Total skor yang dihasilkan dari prinsip ini adalah sebesar 7. Ini menjelaskan bahwa organisasi ini memiliki kebijakan lingkungan yang memenuhi standar, tetapi tidak semua.
Prinsip perencanaan. Total skor yang dihasilkan dari prinsip ini adalah 5. Ini menjelaskan bahwa organisasi ini telah membuat banyak kemajuan dalam mengidentifikasi sebagian besar aspek lingkungan serta persyaratan hukum, tetapi masih banyak perbaikan yang diperlukan.
Prinsip penerapan dan operasi. Total skor yang dihasilkan dari prinsip ini adalah sebesar 12. ini menjelaskan bahwa organisasi ini telah memiliki banyak prosedur untuk mencapai kebijakan dan targetnya sudah ada, tetapi mungkin mereka tidak mencakup situasi darurat.
Prinsip pemeriksaan dan tindakan koreksi. Total skor yang dihasilkan dari prinsip ini adalah sebesar 2. Ini menjelaskan bahwa organisasi masih sedikit, (jika ada) prosedur telah dikembangkan atau diterapkan untuk memeriksa kinerja SML dan elemen komponennya.
Prinsip tinjauan manajemen. Total skor yang dihasilkan dari prinsip ini adalah sebesar 1. Ini menjelaskan bahwa organisasipernah melakukan tinjauan manajemen mengenai SML, akan tetapi tidak ada jadwal berkala untuk mengkaji Sistem Lingkungan yang ada
Solusi
Sesuai dengan observasi dengan menggunakan checklist, adapun rancangan perbaikan yang harus dilakukan, yaitu:
1.                  Prinsip kebijakan dan komitmen.
·            Manajemen puncak sebaiknya dibentuk dan didokumentasikan kebijakan lingkungan yang memenuhi sebagian besar persyaratan standar.
·            Mencegah pencemaran dan mencapai perbaikan berkelanjutan pengembangan prosedur evaluasi kineja lingkungan dan indikator yang terkait
2.                  Prinsip perencanaan
·            Perlunya proses identifikasi aspek lingkungan dengan membutuhkan partisipai dan peran serta dalam memahami kegiatan.
·            Penentuan tujuan dan sasaran untuk mencapainnya.
3.                  Prinsip Penerapan dan Operasi
·            Mengadakan dam membuat program pelatihan.
·               Menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengendalikan semua dokumen yang dipersyaratkan ISO 14001
4.                  Prinsip Pemeriksaan dan Tindakan Koreksi
·               Audit sebaiknya dilakukan pada jangka waktu yang ditentukan. Audit bertujuan untuk menentukan apakah Sistem Manajemen Lingkungan sesuai dengan pengaturan dan perencanaan.
5.                  Prinsip Tinjauan Manajemen
·               Sebaiknya organisasi secara berkala meninjau dan melakukan perbaikan SML secara berkelanjutan dengan tujuan memperbaiki kinerja lingkungannya secara keseluruhan.

JURNAL 3
RELASI SISTEM MANAJEMEN 
LINGKUNGAN ISO 14001 DAN KINERJA KEUANGAN

Latar Belakang
        International Organisation for Standardization telah mengembangkan suatu standar internasional tentang lingkungan, yaitu Sistem Manajemen lIngkungan (SML) ISO 14001 yang telah diadopsi oleh berbagai industri di dunia. SML ISO 14001 terdiri dari 5 elemen utama yaitu : 1.) Kebijakan Lingkungan 2.) Perencanaan Lingkungan 3.) Pelaksanaan dan Pengoperasian 4.) Tindakan Pemeriksaan dan Perbaikan. 5.) Pengkajian manajemen. Tujuan menyeluruh dari penerapan SML ISO 14001 sebagai sebuah standar internasional adalah untuk mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. Keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh dari SML ISO 14001 antara lain : 1.) Memperbaiki kinerja lingkungan secara keseluruhan, 2.) Menghasilkan suatu kerangka kerja dalam upaya untuk pencegahan polusi, 3.) Meningkatkan efisiensi dan penghematan biaya potensial.
        Penerapan SML ISO 14001 juga merupakan bagian dari rencana strategis perusahaan yang menunjukkan legitimasi merekas atas kinerja lingkungan dan daya saing perusahaan di level internasional. Mengadopsi SML ISO 14001 akan memampukan perusahaan untuk mencapai proses kontrol yang baik, menghemat biaya, dan menambah keuntungan.
        Penelitian mengenai relasi kinerja lingkungan dan kinerja keuangan telah banyak dilakukan dan menghasilkan temuan yang beragam, akan tetapi penelitian yang berupaya khusus mengupas pengaruh kelima prinsip utama SML ISO 14001 terhadap kinerja keuangan belum banyak dilakukan terutama dari sudut bagaimana standar tersebut diimplementasikan.
        Penerapan SML ISO 14001 di dunia semakin meningkat disebabkan oleh perkembangan lingkungan strategis, perubahan tuntutan dan perilaku kensumen. Keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan dicerminkan dari kinerja yang dicapainya. Oleh karena itu, manager akan mempertimbangkan dampak positif dan negatif yang akan terjadi sebagai akibat penerapan suatu kebijakan termaksud penerapan SML ISO 14001. Hasil pelaksanaan manajemen dalam mengelola perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan, seperti Neraca, Laba Rugi, Laporan perusahaan ekuitas dan Laporan Arus Kas. Untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan suatu organisai, seluruh aktivitas tersebut harus dapat diukur.
Metode
        Objek penelitian terdiri dari Variabel Penyebab yaitu sistem manajemen lingkungan, dan Variabel Akibat yaitu kinerja keuangan. Populasi penelitian adalah perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia yang juga sudah mendapatkan sertifikasi SML ISO 14001. Cara pengambilan data menggunakan kuisioner yang diberikan kepada penanggung jawab bagian lingkungan disetiap perussahaan guna mengetahui implementasi SML ISO 14001. Hipotesis diuji menggunakan tehnik analisis jalur dengan persamaan sebagai berikut.
Hasil dan Pembahasan
        Hipotesis penelitian yang diajukan yaitu implementasi SML ISO 14001 yang terdiri dari variabel Kebijakan Lingkungan (X1 ), Perancanaan Lingkungan (X2 ), Penerapan dan Operasi (X3 ), Tindakan Pemeriksaan dan Perbaikan (X4 ), dan Pengkajian Manajemen (X5 ) secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan (Y) dan Perusahaan Industri yang telah memperoleh sertifikasi SML ISO 14001 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hipotesis ini telah diuji dan diperoleh hasil dimana Fhitung sebesar 8,9060 sedangkan Ftabel sebesar 6,2561 dengan kriteria uji “ tolak H0 jika Fhitung > Ftabel “. Hal ini berarti bahwa variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara simultan.
        Pengaruh kebijakan lingkungan (X1 ) terhadap Kinerja Keuangan (Y) sebesar 0,03056, Besarnya nilai ini dapat diketahui pengaruh secara langsung kebijakan lingkungan terhadap kinerja keuangan sebesar 9,34% dan pengaruh secara tidak langsung sebesar 12,36% dan secara total pengaruh kebijakan lingkungan terhadap kinerja keuangan sebesar 21,70%. Dapat dinyatakan bahwa hipotesis ada pengaruh penerapan/implementasi kebijakan lingkungan secara parsial terhadap kinerja keuangan dapat diterima. Pengaruh yang diberikan oleh kebijakan lingkungan terhadap pencapaian kinerja keuangan yakni 21,70%. Nilai ini dianggap lebih kecil jika dibandingkan dengan pengaruh yang diberikan oleh penerapan dan operasi terhadap kinerja keuangan, yakni 31,04%. Penulis berpendapat bahwa kondisi ini kurang sesuai dengan ketentuan dari SML ISO 14001. yang mengatakan bahwa penerapan dan operasi baru akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila diawali dengan penetapan kebijakan lingkungan.
        Pengaruh perencanaan lingkungan (X2 ) terhadap kinerja keuangan (Y) sebesar 0,1996, Berdasarkan nilai ini dapat diketahui pengaruh secara langsung perencanaan lingkungan terhadap kinerja keuangan sebesar 3,98% dan pengaruh secara tidak langsung sebesar 11,81% dan secara total pengaruh perencanaan lingkungan terhadap kinerja keuangan sebesar 15,79%. Dapat dinyatakan bahwa hipotesis ada pengaruh penerapan/implementasi perencanaan lingkungan secara parsial terhadap kinerja keuangan dapat diterima. Pengaruh yang diberikan oleh perencanaan lingkungan terhadap pencapaian kinerja keuangan yakni 15,79%. Nilai ini dianggap lebih kecil jika dibandingkan dengan pengaruh yang diberikan Jurnal Dinamika Manajemen Vol. 3, No. 1, 2012, pp: 69-75 74 oleh penerapan dan operasi terhadap kinerja keuangan yakni 31,40%. Penulis berpendapat bahwa kondisi ini kurang sesuai dengan ketentuan dari SML ISO 14001. yang menyatakan bahwa penerapan dan operasi baru akan dapat dilaksanakan apabila diawali dengan penetapan kebijakan lingkungan dan perencanaan lingkungan.
        Pengaruh penerapan dan operasi (X3 ) terhadap kinerja keuangan (Y) sebesar 0,3663. Berdasarkan nilai ini dapat diketahui pengaruh secara langsung penerapan dan operasi terhadap kinerja keuangan sebesar 31,40%. Dapat dinyatakan bahwa hipotesis ada pengaruh penerapan/implementasi penerapan dan operasi secara parsial terhadapkinerja keuangan dapat diterima. Pengaruh yang diberikan oleh penerapan dan operasi terhadap pencapaian kinerja keuangan yakni 31,40%. Penulis berpendapat bahwa kondisi ini sudah sesuai dengan ketentuan dari SML ISO 14001 yang menyatakan bahwa setelah adanya penetapan kebijakan lingkungan dan perencanaan lingkungan perusahaan diharapkan mampu untuk menerapkan SML ISO 14001 dengan maksimal.
        Pengaruh tindakan pemeriksaan dan perbaikan (X4 ) terhadap kinerja keuangan (Y) sebesar 0,1931. Berdasarkan nilai ini dapat diketahui pengaruh secara langsung tindakan pemeriksaan dan perbaikan terhadap kinerja keuangan sebesar 3,73% dan pengaruh secara tidak langsung sebesar 9,07% dan secara total pengaruh tindakan pemeriksaan dan perbaikan terhadap kinerja keuangan sebesar 12,80%. Dapat dinyatakan bahwa hipotesis ada pengaruh penerapan/implementasi tindakan pemeriksaan dan perbaikan secara parsial terhadap kinerja keuangan dapat diterima. Pengaruh yang diberikan oleh tindakan pemeriksaan dan perbaikan terhadap pencapaian kinerja keuangan yakni 12,80%. Penulis berpendapat bahwa kondisi ini sudah sesuai dengan ketentuan dari SML ISO 14001. yang menyatakan bahwa setelah adanya penetapan kebijakan lingkungan, perencanaan lingkungan, penerapan dan operasi perusahaan diharapkan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan agar dapat diketahui sejauh mana penerapan SML yang ada.
        Pengaruh pengkajian manajemen (X5 ) terhadap kinerja keuangan (Y) sebesar 0,1312. Berdasarkan nilai ini dapat diketahui pengaruh secara langsung tindakan pengkajian manajemen terhadap kinerja keuangan sebesar 1,72% dan pengaruh secara tidak langsung sebesar 8,40% dan secara total pengaruh pengkajian manajemen terhadap kinerja keuangan sebesar 10,12%. Dapat dinyatakan bahwa hipotesis ada pengaruh penerapan/implementasi pengkajian manajemen secara parsial terhadap kinerja keuangan dapat diterima. Pengaruh yang diberikan oleh pengkajian manajemen terhadap pencapaian kinerja keuangan yakni 10,12%. Penulis berpendapat bahwa kondisi ini sudah sesuai dengan ketentuan dari SML ISO 14001. bahwa setelah adanya penetapan kebijakan lingkungan, perencanaan lingkungan, penerapan dan operasi, tindakan pemeriksaan dan perbaikan perusahaan diharapkan untuk melakukan pengkajian manajemen agar dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam penerapan SML ISO 14001 di masa yang akan datang dimana hasil ini konsisten dengan hasil penelitian Ratnasingam et al. (2009).

Kesimpulan

Kesimpulan Jurnal 1
PT   Unilever   Indonesia   Tbk   telah   membuat   kebijakan   lingkungan   dan prosedur penentuan aspek lingkungan penting serta melakukan pengelolaan aspek lingkungan  penting  yang  meliputi:  limbah  B3, limbah  cair,  emisi  udara, dan limbah padat. Secara umum penerapan SML ISO 14001 di PT Unilever Indonesia Tbk tidak sepenuhnya efektif.
Kesimpulan Jurnal 2
Dari hasil analisa data mengenai Sistem Manajemen Lingkungan perusahaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Lingkungan di PT. Janata Marina Indah Semarang saat ini masih kurang memenuhi persyaratan ISO 14001. Keadaan tersebut bukan merupakan persiapan yang baik dalam hal mendapatkan sertifikasi ISO 14001, oleh karena itu rancangan perbaikan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk mendapatkan sertifikasi ISO 14001.
Simpulan Jurnal 3
        Kesimpulan yang dapat ditarik hasil penelitian ini adalah antara elemen sistem manajemen lingkungan yang satu dengan lainnya mempunyai hubungan dan saling mempengaruhi. Elemen yang mempunyai hubungan paling kuat adalah penerapan dan operasi dan pengkajian manajemen, sedangkan elemen yang mempunyai hubungan paling lemah adalah kebijakan lingkungan dan tindakan pemeriksaan dan perbaikan. Implementasi sistem manajemen lingkungan berpengaruh positif terhadap pencapaian kinerja keuangan pada perusahaan yang sudah memperoleh sertifikat ISO 14001 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
       

DAFTAR PUSTAKA

1.         http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/66455
2.         puspitadewiwidayat.blogspot.com
3.         http://download.portalgaruda.org/article.php?article=173781&val=4694&title=ANALISA%20SISTEM%20MANAJEMEN%20LINGKUNGAN%20%20DI%20PT.%20JANATA%20MARINA%20INDAH%20SEMARANG%20%20BERDASARKAN%20ISO%2014001
4.         http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jdm/article/view/2461/2514
5.         ISO, 2004. http// IS0-14001-forum//blogspot.com. 1, Juni, 2009.
6.         International Standard ISO 14001, 2004. EMS Spesification with Guidance For Use. Switzerland : ISO.
7.         International Standard ISO 14001, 1996. EMS Spesification with Guidance For Use. Switzerland : ISO.