animasi  bergerak gif
I Want To Kill You
0

MENGULAS JURNAL TENTANG ANALISIS IMPLEMENTASI METODE 5S UNTUK PEMELIHARAAN STASIUN KERJA PROSES SILK PRINTING DI PT. MANDOM INDONESIA TBK

MENGULAS JURNAL TENTANG ANALISIS IMPLEMENTASI METODE 5S UNTUK PEMELIHARAAN STASIUN KERJA PROSES SILK PRINTING DI PT. MANDOM INDONESIA TBK

Pembahasan
Analisis 5S saat ini Ringkas (Seiri) adalah membedakan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang barang yang tidak diperlukan. Pada stasiun proses silk printing ini terdapat fasilitas yang tidak diperlukan dan membuat stasiun kerja mejadi terkesan sempit. Rapi (Seiton) adalah menentukan tata letak yang rapi sehingga untuk masingmasing barang atau fasilitas, sehingga bisa ditemukan dengan mudah pada saat diperlukan. Pada stasiun proses silk printing terdapat banyak barang yang tidak diperlukan sehingga stasiun kerja terlihat tidak rapi, pada gambar 10 yaitu foto proses printing. Resik (Seiso) adalah menghilangkan kotoran, sampah, dan barang asing dari tempat keja agar selalu bersih dan proses bisa berjalan dengan baik. Pada stasiun proses silk printing ini terdapat sampah yang dibiarkan berserakan di bawah mesin, seperti tissu, bungkus permen dan ada tube polos yang terjatuh pada saat akan diproses dan dibiarkan berada di bawah meja kerja. Rawat (Seiketsu) adalah memperluas konsep kebersihan pada diri pribadi dan terusmenerus memperaktekkan tiga langkah terdahulu. Kemudian menjaga keadaan yang sudah baik menggunakan standar. Pada proses ini rata-rata nilai hasil penelitian untuk kondisi 3R diatas sudah cukup baik, tetapi beberapa kali teramati kondisi yang kurang baik pada stasiun kerja ini. Rajin (Shitsuke) membangun disiplin pribadi dan membiasakan diri untuk menerapkan 5S melalui norma kerja, standarisasi, dan mematuhi prosedur kerja. Penerapan rajin distasiun kerja dinilai buruk karena berdasarkan poin penilaian pada saat penelitian, operator sering tidak melaksanakan petunjuk kerja dan tidak ada pemeriksaan berkala pada setiap dilakukan penilaian.

Rancangan pemecahan masalah Pemecahan masalah yang diusulkan adalah sebagai berikut:
1.   Faktor Material
2.  Faktor Mesin
3.  Faktor Metode
4.  Faktor Lingkungan
5.  Faktor Manusia

Kesimpulan
Kesimpulan akhir dari penelitian dan juga saran yang diajukan untuk memperbaiki kondisi stasiun kerja proses silk printing adalah berorientasi untuk meningkatkan mutu dari stasiun kerja proses silk printing. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan analisis data adalah:
1.   Menilai kondisi 5S di stasiun kerja proses silk printing
2.  Analisis kondisi 5S distasiun kerja proses silk printing
3.  Menganalisis penataan ruang untuk stasiun kerja proses silk printing
4.  Merancang usulan untuk perbaikan kondisi stasiun kerja

Sumber :
http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Faktor_Exacta/article/viewFile/241/227
0

Mimpi dan Harapan Setelah Meraih Gelar Sarjana Muda

Hello guys selamat berjumpa lagi di mycreative J

Gue mau curcol dikit nih tentang perkuliahan w di salah satu Univ. Swasta yg cukup terkenal lah, yapph benar sekali kampus gue yg bernama Univ. Gunadarma yg akrab di sebut Gundar. Nggak terasa loh gue udah nginjek di semester akhir nih, oiyaa gue dari fakultas teknologi industri dan jurusan gue sendiri yaitu teknik industri.

Siapa sihh yg nggak punya mimpi setelah meraih gelar??

Okeh lanjut, tentunya gue sendiri punya mimpi setelah lulus kuliah dan meraih gelar Sarjana Teknik. Mimpi gue yaitu, pertama gue mau kerja di perusahaan” bonafit (Siapa sihh yg nggak mau kerja di perusahaan” bonafit?). Kerja di perusahaan bonafit tentunya mendapatkan gaji yg besar dengan memiliki gelar Sarjana apalagi gelar Magister serta Profesor (Mudah” an sihh abis lulus S1 lanjut ke jenjang berikutnya yg lebih tinggi amiin J. Kedua, gue mau buka usaha sendiri.Maksudnya begini loh guys, setelah gue mendapatkan gaji beberapa tahun kerja di perusahaan bonafit,  pastinya gue juga akan buka usaha sendiri dan moga” aja sihh usaha gue berjalan dengan lancar serta gue bakalan punya karyawan sendiri. Siapa sihh yg nggak mau jadi pengusaha muda??. Pasti orang tua gue bakalan bangga pake bangeeett ngeliat anaknya sendiri bisa jadi orang sukses. Mimpi gue padahal masih banyak lagi tapi kalo mimpinya terlalu tinggi ntar jatohnya sakit lagii hehehee……

Selanjutya gue juga punya harapan setelah lulus kuliah dan meraih gelar Sarjana Teknik. Harapan gue yaitu, semoga lulusan dari sarjana teknik cepat mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya dan  orang” jebolan sarjana teknik dapat menggunakan ilmunya dengan baik dimanapun dan kapanpun.
Sorry nih guys, sepertinya cuma itu aja yg bisa w curhatin kal gue udah lulus nanti, dan mudah”an aja lulus tepat waktu amiin J.


Sampai jumpa lagi guys, thanks yaa udah mau mampir ke blog gue….. jangan bosen” mampir heheehee……
0

Kisah Sukses dan Kunci Sukses Gibran Rakabuming Raka

Kisah Sukses dan Kunci Sukses Gibran Rakabuming Raka


Nama Gibran Rakabuming Raka sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Namanya mulai sering di sebut-sebut oleh media cetak, online maupun elektronik ketika ayahnya, Joko Widodo mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-7. Gibran adalah salah satu pengusaha muda sukses yang akan saya tuliskan pada artikel Kisah Sukses dan Kunci Sukses Gibran Rakabuming Raka.

Gibran Rakabuming Raka sosok yang di kenal mempunyai sikap dingin dan jarang tersenyum adalah pemuda sukses yang lahir dari pasangan Joko Widodo dan Iriana, lahir pada 1 oktober 1987 di Solo. Meskipun begitu sebenarnya Gibran adalah sosok yang humoris dan mudah bergaul, terbukti ketika belum lama ini di undang di acara "Mata Najwa" Gibran mampu membuat para pemirsa studio tertawa terbahak-bahak. Gibran lahir di saat Jokowi sedang memulai merintis usaha mebel.  Menginjak usia SMP Gibran mulai pindah ke Singapura untuk melanjutkan mengenyam pendidikan di Orchid Park Secondary School lulus pada tahun 2002 lalu melanjutkan pendidikan di management Development Institute of Singapore (MDIS) lulus pada tahun 2007 dan kembali melanjutkan pendidikannya di University  Technology Insearch, Sydney, Australia dan lulus pada tahun 2010.

Setelah lulus dan kembali ke rumah, saat itu Gibran mendapatkan ide untuk mendirikan usaha kuliner ketika melihat gedung pertemuan Graha Saba Buana milik ayahnya yang selama bertahun-tahun tanpa memiliki katering sendiri, jadi setiap ada yang menyewa gedung tersebut, penyewa selalu menyewa ketering ditempat lain padahal biaya terbesar saat hajatan adalah pada catering, sontak Gibran mulai berambisi untuk memulai usahanya, namun keinginan untuk memulai usaha mandiri di tentang orang tua karena ayahnya berharap Gibran mau meneruskan usaha yang telah dirintis oleh sang ayah. Meskipun di tentang namun tak menyurutkan niat Gibran untuk berwirausaha. "Bapak bilang, lha terus sing nglanjutke sopo? Kamu nggak nurut sama orang tua?" ucap Gibran menirukan ayahnya.



Tanpa meminta bantuan kepada sang ayah Gibran lebih memilih mengajukan proposal pinjaman ke Bank, sayang hampir semua proposalnya ditolak oleh semua bank mungkin karena belum percaya kepada Gibran yang waktu itu masih berumur 22 tahun dan belum memiliki pengalaman. Dari ke tujuh proposal hanya satu yang di setujui, akhirnya Gibran mendapat pinjaman namun Gibran tidak mau menyebutkan berapa jumlahnya,  " Saya mengajukan sekian tapi yang turun hanya sebagian kecil ", ungkapnya. Dari situlah mulai berdirinya Chilli Pari Catering. Chilli Pari Catering adalah usaha yang di geluti putra sulung Jokowi, Gibran memberikan nama usahanya Chilli Pari,yaitu Chilli yang berarti keberanian dan Pari atau padi yang berarti kemakmuran. Gibran mengakui usaha yang dirintisnya ini berdiri tanpa mendapatkan restu orang tua, "Saya nggak tahu nanti adik-adik saya apakah mau melanjutkan usaha Bapak atau tidak. Kalau saya jelas  sudah tidak mau." celotehnya.

Dengan keterbatasan modal membuat Gibran harus berpikir keras untuk sebuah prioritas. Dengan modal tersebut bukan untuk membeli persediaan bahan masakan Gibran justru lebih memprioritaskan kantor bagian depan agar tampak seperti restoran mini. "Pertama kali yang penting kantor depan dulu harus bagus. Di belakang dulu belum ada apa-apa, cuma ada satu kompor." celetuknya. Tujuan utama Gibran lebih memprioritaskan kantor depan adalah untuk mendapatkan daya tarik dari konsumen. "Kantor ini sebenarnya digunakan untuk test food. Sebelum pelanggan pesan, mereka bisa mencoba dulu makanannya." ungkapnya lagi. Namun usaha ini belum bisa menarik konsumen secara maksimal karena pada umunya mereka lebih percaya pada catering yang sudah memiliki nama.

Gibran memutuskan untuk menerjunkan team marketing untuk menjaring pasar, namun lagi-lagi usahanya sering mendapat penolakan karena cateringnya benar-benar belum dikenal oleh banyak orang. Perlahan tapi konsisten tim pemasaran mulai menjaring konsumen kelas menengah keatas bahkan Gibran sendiri pun ikut turun tangan memperkenalkan usaha dan meyakinkan kepada konsumen baik di rumah-rumah maupun kantor. Usaha dan perjuangan Gibran sangatlah berat, bahkan pernah suatu hari pesanan catering tiba-tiba dibatalkan ketika mendekati hari H. Setelah di selidiki ternyata pesan di batalkan karena saran dari para kerabat yang tidak percaya kepada chilli pari catering karena usahanya masih baru. Setelah itu Gibran meminta ijin untuk datang ke rumahnya. "Uang muka saya kembalikan semua, tapi saya minta ijin untuk sowan (main) kerumahnya, beberapa hari kemudian."

Gibran datang sendiri kerumah demi meyakinkan pelanggan yang telah membatalkan katering dengan membawa katalog dan beberapa sample makanan. Sebenarnya pelanggan tesebut sudah yakin dengan masakannya hanya kurang yakin dengan pelayanan dalam menjamu tamu untuk ribuan orang. Gibran pun kembali meyakinkan orang tersebut bahwa dia menjamin bahwa sinoman (pelayan)-nya lebih dari cukup untuk mensukseskan acara tersebut. "Khusus buat Ibu, sinomannya saya kasih 1 : 4" terangnya yang juga ketua APJI Solo (Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia) menirukan negosiasinya saat itu. 

Pada saat masa-masa membangun usaha banyak sekali menghadapi rintangan hingga pernah merasakan rugi, bahkan sangat sering mendapat penolakan dari calon konsumen. Namun perjuangan dan kerja kerasnya sudah terbayar, kini nama Chilli Pari Catering sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat mulai dari desa hingga kota, bahkan hingga ke mancanegara. Chilli Pari Catering adalah salah satu penyedia jasa One Stop Wedding Solution terbaik di kota Solo. Sekarang bisnis katering yang di geluti Gibran sudah melayani katering berbagai event baik nasional maupun internasional. Menu yang di tawarkan adalah masakan jawa, jepang, barat dan masih ingin menambah beberapa menu masakan baru kedepannya. Selain itu Chilli Pari juga menawarkan Gedung Pernikahan, Wedding Event Organization, rias pengantin, dekorasi, undangan, Souvenir, hiburan/entertainment yang dapat menjadi perhitungan untuk kalangan menengah keatas. Bahkan saat ini pun Jokowi menjadi luluh dan mendukung sepenuhnya kerja keras putra sulungnya.

Kunci Sukses Gibran Rakabuming Raka
1. Tidak Menjadikan Tidak Ada Modal Sebagai Penghalang Kesuksesan Kita semua tahu bahwa meskipun saat itu Jokowi adalah seorang Walikota Solo lantas tak membuat Gibran berpangku tangan kepada sang ayah. Gibran justru lebih memilih usaha mandiri memulainya dari nol dengan meminjam ke berbagai bank namun hanya satu yang mendapatkan persetujuan, itu pun nominalnya sangat jauh dengan yang diharapkan, namun tidak mematahkan semangat Gibran untuk terus berusaha, berusaha, dan terus berusaha.
2. Melakukan Promosi Dengan Baik
Dari awal berdirinya Chilli Pari Gibran langsung ikut turun tangan melakukan promosi, mulai dari berbagi brosur hingga datang langsung ke kantor dan rumah-rumah untuk memperkenalkan bisnisnya. Awalnya memang banyak mendapat penolakan bahkan yang sudah memesan pun juga ada yang membatalkan di karenakan belum memiliki kepercayaan dari para calon konsumen. Namun dengan kegigihan dan ketekunan lama kelamaan bisnisnya mulai di kenal banyak orang. Di tambah lagi promosi gratis dari pemberitaan media semenjak ayahnya mencalonkan diri menjadi Presiden membuat usahanya semakin lebih di kenal hingga pelosok negeri bahkan hingga mancanegara. Saat ini Chilli Pari telah melayani berbagai event baik nasional maupun internasional.
3. Kreatif  Dan Inovatif
Banyaknya usaha katering di Kota Solo membuat persaingan di dunia bisnis catering semakin ketat. Hal inilah yang membuat Gibran untuk selalu mencari inovasi-inovasi baru sekreatif mungkin. Cara yang diterapkan Gibran adalah mempertahankan kualitas cita rasa masakan dan memberikan konsep penyajian terbaik bagi para tamu.
4. Manajemen Kecepatan Penyajian
Penyajian yang masih sering digunakan di Kota Solo adalah menggunakan metode "Piring Terbang", Tidak seperti di kota-kota lainnya yang sudah menggunakan metode standing party / prasmanan. Jadi para tamu hanya duduk di kursi tamu, kemudian para sinoman/pramu saji akan mengantarkan makanan langsung kepada para tamu. Dalam menggunakan metode ini yang perlu di perhatikan adalah kecepatan penyajian. Dan tampaknya Gibran sudah cukup memahami betul metode ini sehingga ia selalu berkordinasi dengan panitia penyelenggara acara untuk menyajikan sajian yang belum di sajikan. Karena biasanya orang jawa kalau sudah di suguhkan nasi dan minuman biasanya langsung pulang padahal masih ada menu penutup yang masih harus di sajikan. Oleh sebab itu kecepatan penyajian sangat di utamakan dalam metode ini. Karena apabila masih ada sajian yang belum tersajikan maka akan menjadi beban bagi penyedia katering dan pihak menyewa tidak memiliki kewajiban membayar.
Itulah tadi cerita singkat Kisah Sukses dan Kunci Sukses Gibran Rakabuming Rakasemoga dapat menginspirasi bagi pengunjung blog Generasi Wirausaha. Kesimpulannya keterbatasan modal bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan, semua itu dapat dilalui dengan mudah hanya dengan ketekunan, kegigihan, dan kerja keras.

Daftar Pustaka
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiSiIv-y57QAhUhTY8KHWeoByYQFggaMAA&url=http%3A%2F%2Fwww.enggalmahesa.com%2F2016%2F03%2Fkisah-sukses-dan-kunci-sukses-gibran.html&usg=AFQjCNGnPb7BBHDfqUO5YYE8Jt-WRnEl_A&sig2=31AenEKV7P-KOTsWFtfzIQ

0

Tips dan Trik Berwirausaha

1. anda harus Mengenali Peluang Usaha, dalam peluang usaha dinyatakan bahwa peluang sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja ada beberapa individu yang mampu melihat situasi sebagai peluang ada yang tidak. Hal ini disebabkan faktor informasi yang dimilikinya Informasi memungkinkan seseorang mengetahui bahwa peluang ada sat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut. Akses terhadap informasi dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan hubungan sosial.
*Pengalaman Hidup
*Hubungan sosial
*Perubahan Teknologi
*Perubahan kebijakan dan politik
*Perubahan sosial demografi
2. Optimalisasi Potensi diri.
Setelah mengenai peluang usaha maka harus dikombinasikan dengan potensi diri. Keunggulan kompetitif apa yang saya miliki? Yang sering terjadi di masyarakat kita adalah memilih usaha yang sedang trend saat itu. Hal ini sah-sah saja tetapi ketika dalam proses perkembangan tidak membuat inovasi, maka akan sulit bersaing.
Selain potensi diri dalam arti pengetahuan yang kita miliki, maka masih perlu mengoptimalkan aspek motivasi dan kepribadian. Dalam modul kuliah 5 kharakteristik kewirausahaan dari perspektif Psikologi maka dapat diperoleh gambaran ada beberapa kaharakteristik yang mendorong kesuksesan usaha dan yang tidak. Oleh karenanya, sejauh mana potensi psikologis anda mampu dioptimalkan dalam memulai sebuah usaha?
3. Fokus dalam bidang usaha.
Peter Drucker pakar dalam kewirausahaan menyatakan bahwa dalam memulai sebuah usaha atau inovasi disarankan untuk terfokus dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita miliki
4. Berani memulai
Banyak dari anda yang memikirkan sebuah usaha sebelum melakukannya. Itu adalah tindakan yang tidak benar, karena dalam berwirausaha ada faktor HOKI atau keberuntungan. berani mengambil resiko adalah sangat perlu dalam berwirausaha. Lakukan dulu. Jalan dulu. Jika ada kesulitan, baru dicari jelan keluarnya
Strategi – strategi memulai berwirausaha
Mencari pasar khusus yang belum tergarap
Identifikasikan sebuah pangsa pasar khusus (niche market) yang kebutuhan utamanya belum terpenuhi oleh kompetitor. Bangun sebuah spesialisasi yang Anda tahu merupakan keunggulan dari perusahaan Anda. Ingatlah, bahwa bahkan sebuah perusahaan besar dan bertaraf internasional pun tak bisa memuaskan semua orang. Banyak pasar khusus yang seringkali tak tergarap karena dianggap terlalu kecil.
Peka terhadap tren terbaru berani memulai
Carilah kebutuhan dan keinginan terbaru dari para konsumen yang tumbuh dari perubahan tren di segi kultural, ekonomi, teknologi yang menjadi sinyal kesempatan pasar baru. Bertindaklah dengan cepat, jangan menunda terlalu lama.
Lakukan dengan pasti!
Berhenti membuat alasan-alasan. Waktu paling "sempurna" untuk meluncurkan bisnis takkan pernah bisa diprediksi secara tepat dan pasti. Jangan biarkan para bakal calon kompetitor mencuri start dari bisnis yang sebenarnya bisa Anda mulai terlebih dulu. Mulailah bergerak. Ciptakan gol-gol pendek dan deadline yang membawa Anda lebih dekat untuk membuka lahan bisnis baru.
Hindari kata-kata yang mematahkan semangat
Abaikan orang-orang yang berkata "Itu tak akan berhasil" atau "Tak akan bisa berhasil kalau kamu melakukannya dengan cara itu". Sesekali, menjauh dari anggapan yang menurunkan semangat dan aturan baku bisa membantu Anda untuk meraih kesuksesan. Perhatikan dan pelajari cara para pebisnis yang sukses di bidang mereka dengan pandangan yang kritis. Pelajari cara mereka bekerja dan program yang mereka lakukan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan "bagaimana jika" di dalam pikiran Anda.
Eksplorasikan kelemahan kompetitor
Ambil pandangan kritis terhadap kompetisi Anda dari perspektif konsumen. Dengarkan baik-baik akan kebutuhan dan komplain dari konsumen prospektif saat melakukan telepon sales. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan kompetitor. Carilah cara untuk menutup kekurangan dari servis dan produk Anda sendiri, lalu perbaiki hal tersebut.
Isi kekosongan
Pusatkan pandangan Anda di area yang lupa ditutupi oleh kompetitor Anda. Pelajari bagaimana mengantisipasi area baru yang bisa Anda isi dengan servis atau bisa memposisikan bisnis Anda lebih cepat dari kompetitor Anda.
Tenar dengan dana minim
Pikirkan cara bagaimana agar lebih dikenal dengan dana seminim mungkin. Jangan terlalu menutup diri, jadilah kreatif, beranikan diri untuk makin dikenal banyak orang (tapi untuk alasan yang baik). Tukar ide dengan orang-orang terdekat Anda.
Percaya kemampuan diri
Bangun dan belajar untuk menggunakan kekuatan intuisi Anda. Dengarkan hati Anda. Akan ada saat-saat Anda harus memilih bermain aman atau justru bermain nekat untuk menghadapi tantangan bisnis. Orang-orang sekitar Anda juga memberi masukan yang beragam, sehingga yang bisa Anda percayai hanyalah diri dan hati Anda.
Jangan biarkan kesulitan atau kegagalan mengalahkan Anda
Jangan biarkan batasan yang diciptakan oleh orang lain atau keadaan yang menjepit membuat Anda lemah. Banyak wirausahawan yang menutup usaha mereka karena tidak percaya pada diri sendiri. Sebagai wirausahawan, Anda akan menghadapi masa-masa penuh stres yang akan menguji kepercayaan Anda. Ingatlah, bahwa alat untuk mengusir kegundahan itu adalah kegigihan dan daya lenting. Percayalah pada konsep bisnis Anda dan komitmen diri untuk melihat bisnis ini sukses.
Jangan berhenti berinovasi

Secara kontinu, carilah cara-cara baru untuk memperkenalkan produk-produk baru dan servis untuk konsumen langganan Anda dan pasar baru yang Anda temui. Berpuas diri adalah hal yang bisa membahayakan perusahaan Anda. Sesuaikan bisnis Anda dengan tren pasar.

Terimakasih yaa guys telah mampir dan baca tulisannya….. maaf yaa klo ada kesalahan harap dimaklumi hihihiii…… Jangan lupa mampir lagi yaa k blog ane!!
1

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan berasal dari bahasa Perancis, yaitu Entrepreneurship yang artinya between taker. Kewirausahaan adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Sedangkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
·         Wirausahawan adalah orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.
Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu:
a.       Wirausaha yang memiliki inisiatif
b.      Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu
c.       Menerima resiko atau kegagalan
·      kunci penting seorang wirausahawan adalah bersikap kreatif, inovatif, berani mengambil resiko, dan tidak mudah menyerah.
·         Karakteristik menurut Mc Clelland adalah
(1) keinginan untuk berprestasi,
(2) keinginan untuk bertanggung jawab,
(3) preferensi kepada resiko-resiko menengah,
(4) presepsi kepada kemungkinan berhasil,
(5) rangsangan oleh umpan balik,
(6) aktivitas energik.
·         Karakteristik wirausahawan sukses dengan n ACh tinggi adalah
(1) kemampuan inovatif,
(2) toleransi terhadap kemenduaan,
(3) keinginan untuk berprestasi,
(4) kemampuan perencanaan realistis,
(5) kepemimpinan terorientasi kepada tujuan,
(6) objektivitas,
(7) tanggung jawab probadi,
(8) kemampuan beradaptasi,
(9) kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrasi.
·         Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu:
1. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan.
2. kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
3. kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.
·         Terdapat beberapa sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, antara lain:
a) Konsumen. Wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen.
b) Perusahaan yang sudah ada. Wirausahawan harus selalu memperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada serta mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sudah ada.
 c) Saluran distribusi. Merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
d)  Pemerintah. Merupakan sumber pengembangan baru yang terdiri dari 2 cara, yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan sejumlah produk baru dan melalui peraturan pemerintah terhadap dunia bisnis yang memungkinkan munculnya produk baru.

e) Penelitian dan pengembangan. Sering menghasilkan gagasan baru atau perbaikan produk yang sudah ada.
·         Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok umumnya tercliri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatiln keputusan relatif terhadap tuiuh unsur pokok:
a. Biaya Tetap : pengeluaran yang dikeluarkan tanpa meiihat jumlah produk yang dihasilkan
b. Biaya variabel : pengeluarany ang berfluktuasid engani umlah produk yang dihasilkan
c. Biaya Total: jumlah total biaya tetap darr biaya variabei yqng berkaitan dengan produksi.
d. Pendapatan Total : semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk
e. Keuntungan : jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual
f. Kerugian : iumlah biaya total produksi barang yang metebihi pendapatan total yang diperoleh dari per{ualan barang tersebut
g. Titik Pulang Pokok : penclapatan total sama dengan biaya totalnya, artinya perusahaan hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak untung tidak rugi.
      Bentuk kepemilikan perusahaan :
• Pemilikan tunggal / perseorangan (firma) : Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang Pemilik tidak perlu membagi laba.
• Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih.
• Perseroan terbatas
Keuntungan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah:
1. Kewajiban terbatas. Tidak seperti partnership, pemegang Saham sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan. Akibatnya kehilangan potensial yang “terbatas” tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap saham. Tidak hanya ini mengijinkan perusahaan untuk melaksanakan dalam usaha yang beresiko, tetapi kewajiban terbatas juga membentuk dasar untuk perdagangan di saham perusahaan.
2. Masa hidup abadi. Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa hidup dari pemegang sahamnya, pejabat atau direktur. Ini menyebabkan stabilitas Modal (ekonomi), yang dapat menjadi Investasi dalam proyek yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada aset perusahaan tetap dapat menjadi subyek disolusi dan penyebaran. Kelebihan ini juga sangat penting dalam periode pertengahan, ketika Tanah disumbangkan kepada Gereja (sebuah perusahaan) yang tidak akan mengumpulkan biaya Feudal yang seorang tuan tanah dapat mengklaim ketika pemilik tanah meninggal. Untuk hal ini, lihat Statute of Mortmain
3. Efisiensi manajemen. Manajemen dan spesialisasi memungkinkan pengelolaan modal yang efisien sehingga memungkinkan untuk melakukan Ekspansi. Dan dengan menempatkan orang yang tepat, efisiensi maksimum dari modal yang ada. Dan juga adanya pemisahan antara pengelola dan pemilik perusahaan, sehingga terlihat tugas Pokok dan fungsi masing-masing.
Keuntungan Perusahaan Perorangan :
a.             Keuntungan menjadi milik sendiri
b.               Mudah mendirikannya
c.            Tidak perlu berbadan hukum
d.           Rahasia perusahaan terjamin
e.            Biaya organisasi rendah, karena organisasi tergolong sederhana
f.                Aktifitasnya relatif simpel
g.              Manajemen fleksibel
    Sedangkan kekurangannya :
a.              Modal tidak terlalu besar
b.            Aset pribadi sulit dibedakan dengan aset perusahaan
c.            Perusahaan sulit berkembang karena kurangnya ide-ide
d.           Pengelolaan tergantung kemampuan si pemilik
e.           Kelangsungan perusahaan kurang terjamin
f.           Tanggung jawab pemilik tidak terbatas
g.          Kekurangan dan kelebihan Perusahaan Persekutuan
        Kelebihan Perusahaan Persekutuan:
a.          Permodalannya lebih besar dari perusahaan perorangan
b.         Kelangsungan hidup perusahaan lebih lama
c.          Pengelolaan lebih mudah dan profesional karena banyak pengelolanya
d.         Ide-ide inovasi lebih lancar mengalir
        Adapun kekurangan sebagai berikut.
a.          Kerahasiaan perusahaan tidak terjamin
b.         Mudah terjadi konflik antar pemilik modal
c.         Adanya pemilik modal yang tidak bertanggung jawab
·         Definisi Sumber Daya Manusia
Individu-individu dalam organisasi kerwirausahaan yang dapat memberikan kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa peroduktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan. Tugas penyediaan sumber daya manusia yang semestinya adalah sangat penting bagi wiraswastawan. Produktivitas pada semua organisasi kewiraswastaan ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia berinteraksi dan bergabung untuk menggunakan sumber daya system manajemen. Faktor-faktor seperti latar belakang, umur, pengalaman yang berhubungan dengan jabatan, dan tingkat pendidikan formal kesemuanya mempunyai peranan di dalam menentukan tingkat ketepatan posisi individu-individu pada organisasi kewiraswastaan.
Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
1. Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
2. Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3. Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4. Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
      Seleksi
Adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut
Tahap-Tahap Proses Seleksi
• Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
• Wawancara Pendahuluan
• Tes Kecerdasan (intelegence)
• Tes Bakat (Aptitude)
• Tes Kepribadian (Personality)
• Rujukan Prestasi (Performance References)
• Wawancara Dianostik
• Pemeriksaan Kesehatan
• Penilaian Pribadi
Dua alat yang sering digunakan untuk membantu proses seleksi adalah :
1. Ujian (testing)
sebagai penelitian kualitas sumber daya manusia yang relevan untuk menjalankan tugas atau jabatan yang tersedia.
Dibagi menjadi empat kategori :
- tes bakat (aptitude test), mengukur potensi individu untuk melaksanakan beberapa tugas. Test bakat dibedakan dengan pengukuran kecerdasan umum sementara yang lainnya mengukur kemampuan khusus, seperti mekanial.
- tes pencapaian (achievement test), mengukur tingkat keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki oleh individu dalam bidang tertentu dinamakan test pencapaian. Keterampilan dan pengetahuan ini mungkin diperoleh melalui berbagai aktivitas pelatihan atau pengalaman nyata.
- tes minat vokasional (vocational interest test), berusaha mengukur minat individu di dalam melaksanakan berbagai jenis aktivitas dan diatur dengan asumsi bahwa orang-orang tertentu melaksanakan tugas dengan baik karena aktivitas pekerjaan tersebut menarik bagi mereka. Tujuan dasar dari tipe test ini adalah untuk membantu memilih individu-individu yang menemukan aspek tertentu dari posisi yang lowong adalah menarik.
- tes kepribadian (personality test), menguraikan dimensi kepribadian individu, seperti kematangan emosional, subyektivitas, atau obyektivitas.
2. Pusat Penilaian (assesment Center)
suatu program, dan bukannya tempat, dimana peserta tergabung dalam sejumlah individu dan kelompok latihan yang dibentuk untuk menstimulasi aktivitas-aktivitas penting pada tingkat dimana peserta berharap untuk bisa mencapai suatu tingkatan tertentu.
Sumber      :
http://asep-solihin.blogspot.co.id/2014/01/kewirausahaan.html
http://wizii.blogspot.co.id/2011/05/tugas-kewirausahaan.html
http://okeita-oke.blogspot.co.id/2012/01/tugas-kewirausahaan-3-oke-sofyan.html

http://dhikaaza.blogspot.co.id/2012/01/tugas-kewirausahaan.html
0

Pertambangan dan Industri

 Pengertian Pertambangan

     Pertambangan adalah kegiatan, teknologi, dan bisnis yang berkaitan dengan industri pertambangan mulai dari prospeksi, eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai pemasaran. Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas). Pertambangan adalah salah satu jenis kegiatan yang melakukan ekstraksi mineral dan bahan tambang lainnya dari dalam bumi. Penambangan adalah proses pengambilan material yang dapat diekstraksi dari dalam bumi. Tambang adalah tempat terjadinya kegiatan penambangan.Bedanya cukup mencolok ya. Pertambangan adalah nama benda (dalam hal ini nama kegiatannya), tambang adalah nama tempat, dan penambangan adalah prosesnya.
Pengertian Pertambangan Sesuai UU Minerba No.4 Tahun 2009
Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
·        Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.
·        Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu.
·        Batubara adalah endapan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara alamiah dari sisa tumbuh-tumbuhan.
·        Pertambangan Mineral adalah pertambangan kumpulan mineral yang berupa bijih atau batuan, di luar panas bumi, minyak dan gas bumi, serta air tanah.
·        Pertambangan Batubara adalah pertambangan endapan karbon yang terdapat di dalam bumi, termasuk bitumen padat, gambut, dan batuan aspal.
·        Usaha Pertambangan adalah kegiatan dalam rangka pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pascatambang.
·        Izin Usaha Pertambangan, yang selanjutnya disebut IUP, adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan.
·       IUP Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan.
·        IUP Operasi Produksi adalah izin usaha yang diberikan setelah selesai pelaksanaan IUP Eksplorasi untuk melakukan tahapan kegiatan operasi produksi.
·        Izin Pertambangan Rakyat, yang selanjutnya disebut IPR, adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan dalam wilayah pertambangan rakyat dengan luas wilayah dan investasi terbatas.
·        Izin Usaha Pertambangan Khusus, yang selanjutnya disebut dengan IUPK, adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan di wilayah izin usaha pertambangan khusus.
·        IUPK Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan di wilayah izin usaha pertambangan khusus.
·        IUPK Operasi Produksi adalah izin usaha yang diberikan setelah selesai pelaksanaan IUPK Eksplorasi untuk melakukan tahapan kegiatan operasi produksi di wilayah izin usaha pertambangan khusus.
·        Penyelidikan Umum adalah tahapan kegiatan pertambangan untuk mengetahui kondisi geologi regional dan indikasi adanya mineralisasi.
·        Eksplorasi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumber daya terukur dari bahan galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan lingkungan hidup.
·        Studi Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pasca tambang.
·        Operasi Produksi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan yang meliputi konstruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian, termasuk pengangkutan dan penjualan, serta sarana pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan hasil studi kelayakan.
·        Konstruksi adalah kegiatan usaha pertambangan untuk melakukan pembangunan seluruh fasilitas operasi produksi, termasuk pengendalian dampak lingkungan.
·        Penambangan adalah bagian kegiatan usaha pertambangan untuk memproduksi mineral dan/atau batubara dan mineral ikutannya.
·        Pengolahan dan Pemurnian adalah kegiatan usaha pertambangan untuk meningkatkan mutu mineral dan/atau batubara serta untuk memanfaatkan dan memperoleh mineral ikutan.
·        Pengangkutan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk memindahkan mineral dan/atau batubara dari daerah tambang dan atau tempat pengolahan dan pemurnian sampai tempat penyerahan.
·        Penjualan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk menjual hasil pertambangan mineral atau batubara.
·        Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang selanjutnya disebut amdal, adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
·        Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya.
·        Kegiatan pascatambang, yang selanjutnya disebut pascatambang, adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan.
·        Pemberdayaan Masyarakat adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun kolektif, agar menjadi lebih baik tingkat kehidupannya.
·        Wilayah Pertambangan, yang selanjutnya disebut WP, adalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan/atau batubara dan tidak terikat dengan batasan administrasi pemerintahan yang merupakan bagian dari tata ruang nasional.

2.  Permasalahan Lingkungan dalam Pembangunan Pertambangan Energi

Pembangunan tidak luput dari permasalahan walawpun kegiatan tersebut merupakan kegiatan hal yang positif untuk keseluruhan. Namun ada saja dampak – dampak yang menimbulkan masalah baik untuk lingkungan sekitar maupun manusia itu sendiri. Disamping itu keharusan untuk menggali dan menambang menjadi alasan utama agar indonesia menjadi negara yang adidaya. Meskipun teknologi sudah melampaui keterbatasan manusia tetapi tetap saja banyak masalah- masalah yang disebabkan oleh teknologi tersebut.
Pembangunan untuk pertambangan menjadi hal yang utama dalam negeri ini untuk keperluan energi, meskipun masih memiliki masalah – masalah yang berdampak pada lingkungan dan alam sekitar, antara lain :
1.    Pembukaan lahan secara luas
     Dalam masalah ini biasanya investor membuka lahan besar-besaran,ini menimbulkan pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban jiwa.
2.    Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui
     Hasil petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk masa-masa yang akan datang. Dan bagi penerus atau cicit-cicitnya.
3.    Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi risih
     Biasanya pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi kesal.
4.    Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya
     Dari pengalaman yang ada bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali,sungai,ataupun laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.
5.    Pencemaran udara atau polusi udara.
     Di saat pertambangan memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah,biasanya penambang tidak memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya ozon.belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.

3.          Cara Pengelolaan Pembangunan Pertambangan

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.Usaha pertambangan, sebagai motor penggerak pembangunan dalam sector ekonomi, merupakan dua sisi yang sangat dilematis dalam kerangka pembangunan di Indonesia. Sesuatu yang disadari termasuk salah kegiatan yang banyak menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, Keadaan demikian akan menimbulkan benturan kepentingan usaha pertambangan disatu pihak dan dan usaha menjaga kelestarian alam lingkungan dilain pihak , untuk itu keberadaan UU No.32 Tahun 2009. Ada menjadi instrument pencegahan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup terhadap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan berupa:
1.        KHLS (Kajian Lingkungan hidup Strategis)
2.        Tata ruang
3.        Baku mutu lingkungan
4.        Kreteria baku kerusakan lingkungan
5.        Amdal
6.        UKL-UPL
7.        Perizinan
8.        Instrumen ekonomi lingkungan hidup
9.        Peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup
10.    Anggaran berbasis lingkungan hidup
11.    Analisis resiko lingkungan hidup
12.    Audit lingkungan hidup
13.    Instrument lain sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu pengetahuan.

Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi tidak termasuk kedalam kajian studi AMDAL karena merupakan rangkaian kegiatan survey dan studi pendahuluan yang dilakukan sebelum berbagai kajian kelayakan dilakukan. Yang termasuk sebagai kegiatan ini adalah
·       pengamatan melalui udara
·       survey geofisika
·       studi sedimen di aliran sungai dan
·       studi geokimia yang lain
Diperkirakan lebih dari 2/3 kegiatan ekstaksi bahan mineral didunia dilakukan dengan pertambangan terbuka. Teknik tambang terbuka biasanya dilakukan dengan open-pit mining, strip mining, dan quarrying

Metode strip mining (tambang bidang).
Dengan menggunakan alat pengeruk, penggalian dilakukan pada suatu bidang galian yang sempit untuk mengambil mineral. Setelah mineral diambil, dibuat bidang galian baru di dekat lokasi galian yang lama. Batuan limbah yang dihasilkan digunakan untuk menutup lubang yang dihasilkan oleh galian sebelumnya. Teknik tambang seperti ini biasanya digunakan untuk menggali deposit batubara yang tipis dan datar yang terletak didekat permukaan tanah.

Teknik pertambangan quarrying
Bertujuan untuk mengambil batuan ornamen, bahan bangunan seperti pasir, kerikil, batu untuk urugan jalan, semen, beton dan batuan urugan jalan makadam.Tambang bawah tanah digunakan jika zona mineralisasi terletak jauh di dalam tanah sehingga jika digunakan teknik pertambangan terbuka jumlah batuan penutup yang harus dipindahkan sangat besar. Produktifitas tambang tertutup 5 sampai 50 kali lebih rendah dibanding tambang terbuka, karena ukuran alat yang digunakan lebih kecil dan akses ke dalam lubang tambang lebih terbatas. Kegiatan ekstraksi meng-hasilkan limbah dan produk samping dalam jumlah yang sangat banyak. Limbah utama yang dihasilkan adalah batuan penutup dan limbah batuan. Batuan penutup (overburden) dan limbah batuan adalah lapisan batuan yang tidak mengandung mineral, yang menutupi atau berada diantara zona mineralisasi atau batuan yang mengandung mineral dengan kadar rendah sehingga tidak ekonomis untuk diolah. Batuan penutup umumnya terdiri dari tanah permukaan dan vegetasi sedangkan batuan limbah meliputi batuan yang dipindahkan pada saat pembuatan terowongan, pembukaan dan eksploitasi singkapan bijih serta batuan yang berada bersamaan dengan singkapan bijih.

·       Pengolahan Bijih dan Operasional Pabrik
pengolahan bijih pada umumnya terdiri dari proses benefication – dimana bijih yang ditambang diproses menjadi konsentrat bijih untuk diolah lebih lanjut atau dijual langsung, Proses benefication terdiri dari kegiatan persiapan, penghancuran dan atau penggilingan, peningkatan konsentrasi dengan gravitasi atau pemisahan secara magnetis atau dengan menggunakan metode flotasi (pengapungan), yang diikuti dengan pengawaairan (dewatering) dan penyaringan.

·       Pengolahan metalurgi
bertujuan untuk mengisolasi logam dari konsentrat bijih dengan metode pyrometallurgi, hidrometalurgi atau elektrometalurgi baik dilaku-kan sebagai proses tunggal maupun kombinasi. Proses pyrometalurgi seperti roasting (pembakaran) dan smelting menyebabkan terjadinya gas buang ke atmosfir. Metode hidrometalurgi pada umumnya menghasilkan bahan pencemar dalam bentuk cair yang akan terbuang ke kolam penampung tailing jika tidak digunakan kembali (recycle). Angin dapat menyebarkan tailing kering yang menyebabkan terja-dinya pencemaran udara. Bahan-bahan kimia yang digunakan di dalam proses pengolahan (seperti sianida, merkuri, dan asam kuat) bersifat berbahaya.


·       Proses pengolahan batu bara
pada umumnya diawali oleh pemisahan limbah dan batuan secara mekanis diikuti dengan pencucian batu bara untuk menghasilkan batubara berkualitas lebih tinggi. Dampak potensial akibat proses ini adalah pembuangan batuan limbah dan batubara tak terpakai, timbulnya debu dan pembuangan air pencuci.
Isu-isu penting yang perlu dipertimbangkan dalam evaluasi alternatif pembuangan tailing meliputi :
1.    Karakteristik geokimia area yang akan digunakan sebagai tempat penimbunan tailing dan potensi migrasi lindian dari tailing.
2.    Daerah rawan gempa atau bencana alam lainnya yang mempengaruhi keamanan lokasi dan desain teknis .
3.    Konflik penggunaan lahan terhadap perlindungan ekologi peninggalan budaya, pertanian serta kepentingan lain seperti perlindungan terhadap ternak, binatang liar dan penduduk local.
4.    Karakteristik kimia pasir, lumpur, genangan air dan kebutuhan untuk pengolahannya.

4.  Kecelakaan Pertambangan

Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tiba-tiba, tidak direncanakan, tidak dihendaki, dan tidak dikendali yang mengakibatkan luka fisik seseorang, ataupun kerusakan peralatan serta terganggunya kegiatan.

Insiden adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan yang dapat menurunkan efisiensi dari kegiatan produksi, seperti :
Bench yang longsor tetapi tidak menimbulkan korban maupun kerusakan alat;
Lubang yang ambruk tanpa menimbulkan korban kerusakan alat; Pohon tumbang menghalangi jalan transportasi.

KECELAKAAN TAMBANG
Kecelakaan tambang merupakan bagian dari kecelakaan kerja;
Kecelakaan kerja merupakan bagian dari kecelakaan;
Kecelakaan merupakan bagian dari insiden.
Kecelakaan tambang adalah kecelakaan yang terjadi pada pekerja/karyawan pada pekerjaan pertambangan.
Kreteria kecelakaan tambang harus memenuhi persyaratan :
Kecelakaan benar terjadi;
Kecelakaan menimpa pekerja/karyawan tambang;
Kecelakaan terjadi akibat kegiatan pertambangan;
Kecelakaan terjadi di dalam wilayah kerja pertambangan (Kuasa Pertambangan)
Kecelakaan terjadi pada jam kerja.

KLASIFIKASI CEDERA
Cedera akibat kecelakaan dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga), yaitu : cedera ringan,
cedera berat dan mati.
Ketentuan klasifikasi cedera akibat kecelakaan antara kecelakaan tambang dengan kecelakaan kerja berbeda.

KLASIFIKASI CEDERA AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG

Cedera ringan :
Apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari 1 (satu) hari dan kurang dari 3 (tiga) minggu, termasuk hari minggu dan hari libur.

Cedera berat :
Apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari (tiga) minggu termasuk hari minggu dan libur.
Apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang cacat tetap (invalid) yang tidak mampu menjalankan tugas semula.
Apabila akibat kecelakaan tambang tidak tergantung dari lamanya pekerja tambang tidak mempumelakukan tugas semula karena mengalami cedera, seperti;
Keretakan tengkorak kepala, tulang punggung, pinggul, lengan bawah, lengan atas, paha atau kaki.
Pendarahan di dalam atau pingsan disebabkan kakurangan oksigen;
Luka berat atau luka robek/terkoyak yang dapat mengakibatkan ketidakmampuannya tidak pernah terjadi.

Mati :
Apabila kecelakaan tambang yang mengakibatkan pekerja tambang mati dalam waktu 24 jam terhitung dari waktu terjadinya kecelakaan tersebut.

TINGKAT KECELAKAAN:
Untuk dapat membedakan kecelakaan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya, maka harus diperhitungkan :
Jumlah jam kerja;
Jumlah man shift;
Jumlah hari kerja yang hilang akibat kecelakaan kerja tersebut.


AKIBAT KECELAKAAN
Sebagaimana kita ketahui bahwa kecelakaan mengakibatkan kerugian baik si korban, keluarga si korban maupun perusahaan, antara lain :
Kerugian dan penderitaan si korban
Kerugian dan penderitaan keluarga si korban
Kerugian tenaga kerja
Kerugian waktu kerja yang hilang
Kerugian kerusakan peralatan
Kerugian karena kesediaan peralatan berkurang
Kerugian ongkos perbaikan peralatan dari ongkos pengobatan korban
Kerugian material
Kerugian karena kerusakan lingkungan kerja
Kerugian terhambatnya produksi
Kerugian biaya/ongkos
Sehingga kecelakaan mengakibatkan kerugian produksi dan kerugian biaya/ meningkatkan biaya, jadi kecelakaan menyebabkan pemborosan. Dan apabila sering terjadi kecelakaan mengakibatkan proses produksi berjalan dengan tidak aman dan tidak efisien.

SUMBER PENYEBAB KECELAKAAN
Pada setiap kegiatan kerja di tempat kerja kita masing-masing terdapat 4 (empat) elemen yang saling berinteraksi, yaitu : manusia, peralatan, material dan lingkungan, dimana keempat elemen tersebut bisa merupakan sumber penyebab kecelakaan.
Manusia : termasuk pekerja, pengawas dan pimpinan.
Peralatan :termasuk peralatan permesinan, alat-alat berat, juga merupakan penyebab kecelakaan;
Material : bisa mengakibatkan kecelakaan seperti material yang beracun, panas, berat,tajam, dan sebagainya.
Lingkungan : juga bisa menyebabkan kecelakaan seperti kekeringan, panas, berdebu, becek, licin, gelap, dan sebagainya.

5. Penyehatan Lingkungan Pertambangan

Upaya yang dilakukan dengan berbagai metode seperti ameliorasi, penggunaan bahan organik, penggunaan mikroorganisme, dan penanaman covercrop.
Ameliorasi/remediasi lahan

Upaya pemberian masukan berupa kapur atau bahan organik ke atas permukaan lahan atau ke dalam lubang tanam dengan tujuan untuk memperbaiki sifatfisika, kimiawi dan biologi tanah. Ameliorasi Memiliki manfaat sebagai berikut:
a) Meningkatkan pH tanah sehingga mendekatinetral
b) Menambah unsur Ca dan Mg
c) Menambah ketersediaan unsur hara,
d) Mengurangi keracunan Al, Fe dan Mn
e) Memperbaiki kehidupan mikroorganisme

2.    Penggunaan Bahan Organik

Bahan organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dan berada didalamnya. Penggunaan bahan organik memiliki manfaat sebagai berikut:
a) Stimulan terhadap granulasi tanah,
b) Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah,
c) Meningkatkan daya tanah menahan air sehingga drainase tidak berlebihan, kelembaban dan temperatur tanah menjadi stabil,
d) Menetralisir daya rusak butir-butir hujan,
e) Menghambat erosi.

3.    Penanaman Cover Crop
Tanaman kacang-kacangan penutup tanah  adalah setiap tanaman tahunan, dua tahunan, atau tahunan tumbuh sebagai monokultur (satu jenis tanaman tumbuh bersama-sama) atau polikultur (beberapa jenis tanaman tumbuh bersama-sama), untuk memperbaiki berbagai kondisi yang terkait dengan pertanian berkelanjutan. Penggunaan Cover Crop memiliki manfaat sebagai berikut:
a) Mengelola kesuburan tanah
b) Memperbaiki kualitas tanah
c) Memperbaiki kualitas air

4.         Pemanfaatan Mikroorganisme
Fungi atau jamur merupakan salah satu mikroorganisme yang secara umum mendominasi (hidup) dalam ekosistem tanah. Mikroorganisme ini dicirikan dengan miselium berbenang yang tersusun dari hifa individual. Saat ini beberapa jenis fungi telah dimanfaatkan untuk mengembalikan kualitas/kesuburan tanah. Hal ini karena secara umum fungi mampu menguraikan bahan organik dan membantu proses mineralisasi di dalam tanah, sehingga mineral yang dilepas akan diambil oleh tanaman.

6.  Masalah Lingkungan dalam Pembangunan Industri

    Lingkungan merupakan suatu topik yang tidak akan pernah mati untuk dibahas. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, cahaya dan bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). Kita sebagai salah satu makhluk hidup di dunia tidak akan bisa terpisah dari lingkungan. Lingkungan ini banyak di manfaatkan oleh seluruh makhluk hidup, salah satunya oleh manusia contohnya lingkungan di jadikan kerabat untuk melakukan kegiatan pembangunan industri.
    Namun, dibalik semua kegiatan pembangunan industri terdapat banyak masalah yang harus di tindak lanjuti. Misalnya saja pencemaran lingkungan sebagai dampak dari proses pertambangan yang umumnya disebabkan oleh bahan yang berupa bahan kimia, fisika dan biologi. Pencemaran ini biasanya terjadi di dalam dan di luar pertambangan yang dapat berbeda antara satu jenis pertambangan dengan jenis pertambangan lainnya. Contoh pertambangan minyak bumi yang mempunyai aktivitas mulai dari eksplorasi, produksi, pemurnian, pengolahan, pengangkutan dan penjualan yang tidak lepas dari berbagai bahaya. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan yang matang pada setiap pembangunan industri agar dapat diperhitungkan sebelumnya untuk segala pengaruh aktivitas pembangunan industri tersebut terhadap lingkungan. Dalam mengambil keputusan pendirian suatu perindustrian, selain keuntungan yang akan diperoleh harus pula secara hati-hati dipertimbangkan kelestarian lingkungan. Berikut ini beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek industri terhadap lingkungan sekitarnya:

·     Evaluasi pengaruh sosial ekonomi dan ekologi baik secara umum maupun khusus.
Penelitian dan pengawasan lingkungan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dari sini kita akan mendapatkan informasi mengenai jenis perindustrian yang cocok dan menguntungkan.

·     Survey mengenai pengaruh-pengaruh yang mungkin timbul pada lingkungan.
Berdasarkan petunjuk-petunjuk ekologi dibuat formulasi mengenai kriteria analisa biaya, keuntungan proyek, rancangan bentuk  proyek dan pengelolaan proyek. Bila penduduk setempat terpaksa mendapat pengaruh negatif dari pembangunan proyek industri tersebut, maka buatlah pembangunan alternatif atau dicarikan jalan untuk kompensasi kerugian sepenuhnya.

     Keracunan bahan logam atau metaloite pada industrialisasi. Suatu bahan atau zat dinyatakan sebagai racun apabila zat tersebut menyebabkan efek yang merugikan pada yang menggunakannya. Hal ini dapat dilihat berdasarkan keterangan sebagai berikut. Pertama, suatu bahan atau zat, termasuk obat, dapat dikatakan sebagai racun apabila menyebabkan efek yang tidak seharusnya, misalnya pemakaian obat yang melebihi dosis yang diperbolehkan. Kedua, suatu bahan atau zat, walaupun secara ilmiah dikategorikan sebagai bahan beracun, tetapi dapat dianggap bukan racun bila konsentrasi bahan tersebut di dalam tubuh belum mencapai batas atas kemampuan manusia untuk mentoleransi. Ketiga, kerja obat yang tidak memiliki sangkut paut dengan indikasi obat yang sesungguhnya dianggap sebagai kerja racun.

    Bahan atau zat beracun pada umumnya dimasukkan sebagai bahan kimia beracun, yaitu bahan kimia yang dalam jumlah kecil dapat menimbulkan keracunan pada manusia atau makhluk hidup lainnya. Pada umumnya bahan beracun, terutama yang berbentuk gas, masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan dan kemudian beredar ke seluruh tubuh atau menuju organ tubuh tertentu. Bahan beracun tersebut dapat langsung mengganggu organ tubuh tertentu seperti hati, paru-paru dan lainnya, tetapi zat beracun tersebut juga dapat berakumulasi dalam tulang, darah, hati, ginjal atau cairan limfa dan menghasilkan efek kesehatan dalam jangka panjang. Pengeluaran zat beracun dari dalam tubuh dapat melalui urine, saluran pencernakan, sel epitel dan keringat. Klasifikasi Toksisitas untuk mengetahui apakah suatu bahan atau zat dapat dikategorikan sebagai bahan yang beracun (toksik), maka perlu diketahui lebih dahulu kadar toksisitasnya. Menurut Achadi Budi Cahyono dalam buku “Keselamatan Kerja Bahan Kimia di Industri” (2004), toksisitas adalah ukuran relatif derajat racun antara satu bahan kimia terhadap bahan kimia lainnya pada organism yang sama. Sedangkan Depnaker (1988) menyatakan bahwa toksisitas adalah kemampuan suatu zat untk menimbulkan kerusakan pada organisme hidup. Kadar racun suatu zat dinyatakan sebagai Lethal Dose-50 (LD-50), yaitu dosis suatu zat yang dinyatakan dalam milligram bahan per kilogram berat badan, yang dapat menyebabkan kematian pada 50% binatang percobaan dari suatu kelompok spesies yang sama.

     Selain LD-50 juga dikenal istilah LC-50 (Lethal Concentration-50), yaitu kadar atau konsentrasi suatu zat yang dinyatakan dalam milligram bahan per meter kubik udara (part per million/ppm), yang dapat menyebabkan 50% kematian pada binatang percobaan dari suatu kelompok spesies setelah binatang percobaan tersebut terpapar dalam waktu tertentu. Efek dan Proses Fisiologis, Efek toksik akut berkolerasi secara langsung dengan absorpsi zat beracun. Sedangkan efek toksik kronis akan terjadi apabila zat beracun dalam jumlah kecil diabsorpsi dalam waktu lama yang apabila terakumulasi akan menyebabkan efek toksik yang baru. Secara fisiologis proses masuknya bahan beracun ke dalam tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya melalui beberapa cara, yaitu: (1) Inhalasi (pernapasan), (2) Tertelan, (3) Melalui kulit. Bahan beracun yang masuk ke dalam tubuh tersebut pada akhirnya masuk ke organ tubuh tertentu melalui peredaran darah secara sistemik. Organ tubuh yang terkena racun di antaranya adalah paru-paru, hati, susunan syaraf pusat, sumsum tulang belakang, ginjal, kulit, susunan syaraf tepi, dan darah. Organ tubuh yang sangat penting tersebut akan dapat mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya jika terkena racun.Perlindungan Masyarakat Sekitar Perusahaan Industri. Organisasi dan industri dituntut untuk meningkatkan pertanggungjawaban terhadap konservasi lingkungan. Berdasarkan kondisi ini, maka tuntutan peraturan dunia terhadap pertanggungjawaban organisasi dan industri dalam pengelolaan lingkungan menjadi meningkat. Konservasi lingkungan telah menjadi tuntutan dari pelanggan negara maju yang secara sadar melihat pentingnya perlindungan terhadap lingkungan dilaksanakan sejak dini untuk meminimalkan kerusakan lingkungan di masa depan, maka berdasarkana kesepakatan international pada tahun 1996 International Organization for Standardization meluncurkan suatu standard untuk mengelola lingkungan secara professional di dalam organisasi dan industri, standard tersebut disebut Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:1996. Namun melihat perkembangan industri dewasa ini, pada tahun 2003 dilakukan revisi terhadap system tersebut dan diluncurkan pada tahun 2004. Standard tersebut untuk selanjutnya disebut ISO 14001:2004.

ISO 14001:2004 dibangun atas dasar elemen – elemen yang menetapkan :
a.      Spesifikasi aspect dan dampak lingkungan
b.      Prosedur dan instruksi kerja yang akurat
c.       Proses yang konsisten
d.       Kesesuaian dengan tujuan dan target organisasi dalam meningkatkan kinerja
          lingkungan.
e.       Minimasi limbah
f.       Keterkaitan dengan peraturan dan perundangan
g.      Konsistensi hasil, kejujuran penerapan dan deskripsi produk yang cermat
h.      Evaluasi kinerja
i.        Kesehatan dan keselamatan pekerja
j.        Komunikasi ke pihak – pihak terkait perlindungan lingkungan.

     ISO 14001:2004 adalah sistem manajemen yang dinamis, dimana dapat diterapkan bersama system manajemen mutu ISO 9001dan dapat disesuaikan dengan dengan perubahan organisasi dan industri, perubahan peraturan / perundangan yang berlaku maupun perubahan ilmu dan teknologi.
Keracunan Bahan Organis Pada Industrialisasi Pencemaran terjadi akibat bahan beracun dan berbahaya dalam limbah lepas masuk lingkungan hingga terjadi perubahan kualitas lingkungan, Sumber bahan beracun dan berbahaya dapat diklasifikasikan:

1. industri kimia organik maupun anorganik
2. penggunaan bahan beracun dan berbahaya sebagai bahan baku atau bahan penolong
3. peristiwa kimia-fisika, biologi dalam pabrik.

     Lingkungan sebagai badan penerima akan menyerap bahan tersebut sesuai dengan kemampuan. Sebagai badan penerima adalah udara, permukaan tanah, air sungai, danau dan lautan yang masingmasing mempunyai karakteristik berbeda. Air di suatu waktu dan tempat tertentu berbeda karakteristiknya dengan air pada tempat yang sama dengan waktu yang berbeda,Air berbeda karakteristiknya akibat peristiwa alami serta pengaruh faktor lain. Kemampuan lingkungan untuk memulihkan diri sendiri karena interaksi pengaruh luar disebut daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan antara tempat satu dengan tempat yang lain berbeda, Komponen lingkungan dan faktor yang mempengaruhinya turut menetapkan nilai daya dukung. Bahan pencemar yang masuk ke dalam lingkungan akan bereaksi dengan satu atau lebih komponen lingkungan. Perubahan komponen lingkungan secara fisika, kimia dan biologis sebagai akibat dari bahan pencemar, membawa perubahan nilai lingkungan yangdisebut perobahan kualitas. Limbah yang mengandung bahan pencemar akan merubah kualitas lingkungan bila lingkungan tersebut tidak mampu memulihkan kondisinya sesuai dengan daya dukung yang ada padanya, Oleh karena itu penting diketahui sifat limbah dan komponen bahan pencemar yang terkandung.
     Pada beberapa daerah di Indonesia sudah ditetapkan nilai kualitas limbah air dan udara. Namun baru sebagian kecil. Sedangkan kualitas lingkungan belum ditetapkan. Perlunya penetapan kualitas lingkungan mengingat program industrialisasi sebagai salah satu sektor yang memerankan andil besar terhadap perekonomlan dan kemakmuran bagi suatu bangsa. Penggunaan air yang berlebihan, sistem pembuangan yang belum memenuhi syarat, karyawan yang tidak terampil, adalah faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasikan sumber pencemaran. Produk akhir, seperti pembungkusan, pengamanan tabung dan kotak, sistem pengangkutan, penyimpanan, pemakaian dengan aturan dan persyaratan yang tidak memenuhi ketentuan merupakan sumber pencemar juga.

Bahan baku organis adalah hasil akhir pada proyek industri:
1.    keracunan oleh derivat-derivat ter arang batu
·         ini adalah bahan aniline yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan tinta cetak, cat danzat warna
·         nitro-benzene sebagai bahan pembuat anilin, untuk parfum
·         trinitrotoluen sebagai bahan peledak yang sering dipergunakan dalam industri amunisi
·         keracunan benda tersebut dapat menyebabkan kerusakan alat tubuh seperti ginjal, hati, sumsum tulang, darah.

2.    keracunan oleh halogen hidrokarbon
·      yang paling terkenal dan paling terkuat racunnya adalah karbontetrachlorida. Zat ini biasa digunakan sebagai pelarut lemak dan karet, untuk membersihkan gemuk-gemuk dalam mesin, dan sebagai bahan pemadam kebakaran.
·      Keracunan zat ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati,paru-paru dan ginjal

3.    keracunan pada alkohol dan diol
·      ban ini sering digunakan sebagai bahan pelarut, antiseptik, untuk membuat minuman keras. Methyl alkohol sering digunakan sebagai bahan pelarut cat, sirlak, dan vernis.
·      Keracunan zat ini dapat menyebabkan muntah, delirium dan depresi susunan darah pusat, ini terjadi karena pada umumnya mereka meminum, menghirupnya. Pengobatan pada penyakit ini biyasanya hanya bisa meringankan gejalanya saja. Langkah pertama adalah memberikan kopi tubruk sebagai penetral keracunan tersebut.
Perlindungan masyarakat sekitar perusahaan industri..
     Masyarakat sekitar suatu perusahaan industri harus dilindungi dari pengaruh-pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh industrialisasi dari kemungkinan pengotoran udara, air, makanan, tempat sekitar dan lain-lain oleh sampah, air bekas dan udara dari perusahaan-perusahaan industri. Semua perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan, dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang bisa meracuni. Untuk maksud tersebut, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan apa yang dikeluarkan. Bila gas atau uap beracun bisa dengan pembakaran atau dengan cara pencuciaan melalui proses kimia sehingga uap/ udara yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Pemilihan cara ini pada umumnya didasarkan atas faktor-faktor :
a)      Bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut.
b)      Besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan perusahaan
c)      Derajat efektifnya cara yang dipakai.
d)     Kondisi lingkungan setempat.

     Selain oleh bahan-bahan buangan, masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-bahaya oleh karena produk-produknya sendiri dari suatu industri. Dalam hal ini pihak konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkenanya penyakit oleh hasil-hasil produksi. Karena itu sebelum dikeluarkan dari perusahaan, produk-produk ini perlu pengujian terlebih dahulu secara seksama dan teliti apakah tidak akan merugikan masyarakat.
Masyarakat sekitar lingkungan industri harus dilindungi dari pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh industrilisasi dari kemungkinan pengotoran udara, air, makanan, dan tempat sekitar dan lain-lain oleh sampah. Setiap pelaku industri harus memikirkan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan, dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang dapat meracuni. Oleh karena itu bahan yang yang dibuang harus diolah terlebih dahulu agar tidak mencemarkan lingklungan sekitar dan tidak menimbulkan penyakit. Cara pengolahannya tergantung pada bahannya. Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara membakar atau dengan cara pencucian melalui proses kimia sehingga udara atau uap yang keluar bebas sdari bahan berbahaya. Untuk air buangan bisa diolah dengan cara pengendapan, penyaringan atau dengan cara reaksi kimia , sehingga bahan cair yang keluar bebas dari bahan berbahaya. selain itu masyarakat juga harus terlindungi dari bahaya-bahaya oleh karena produk-produknya sendiri dari suatu industri. Dalam hal ini pihak konsumen harus terhindar dari kemungkinan keracunan atau terkena penyakit dari hasil produk. Oleh karena itu sebelum dikeluarkan dari perusahaan produk ini perlu pengujian terlebih dahulu secara seksama dan teliti agar tidak merugikan mayarakat.

Analisis Dampak Lingkungan
Analisa dampak lingkungan atauyang biasa disingkat ANDAL adalah salah satu studi yang mengidentifikasi, mempredikasi, menginterpretasi dan mengkomunikasi pengaruh dari suatu kegiatan manusia, khususnya suatu proyek pembangunan fisik, terhadap lingkungan.

Tujuan dilaksanakan ANDAL adalah untuk memperkecil pengaruhnegatif ataupengaruh positif dari kegiatan manusia terhadap lingkungan .
Dalam pelaksanaannya sebaiknya digunakan metodologi ANDAL yang tepat . pendekatan yang terlalu sulit atau terlalu sederhana sebaiknya dihindarkan.
Factor waktu dalam ANDAL

Waktu yang diperlukan untuk penyusunan ANDAL sangat berbeda, untuk proyek yang penting sering kali diperlukan data sekitar2-3 tahun. Sedangkan untuk penyusunan laporan biasanya memakan waktu tergantung pada besar kecilnya proyek, dapat 18-24 bulan, tetapi dapat juga pendek 3-6 bulan atau sangat panjang lebih dari 2 tahun.

Prosedur administratif ANDAL
Kerangka administratif pelaksanaan ANDAL yangakan dijelaskan adalah kerangka umum yang dapat dikembangkan dan diterapkan menurut spesifikasi tata pengaturan setiap Negara . prosedur tersebut dapat digunakan dalam bentuk yang paling sederhana tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas.

Pelaku dalam kegiatan ANDAL
Para pelaku yang berperan dalam kegiatan ANDAL, yang terdiri dari pengambil keputusan, penilai, pelaksana proyek, penelaan, instansi-instansi pemerintah yang berkepentingan terhadap proyek, tim penasehat ahli, masyarakat dan badan badan internasional

Sumber :
Santoso Budi, 1999, “Ilmu Lingkungan Industri”, Universitas Gunadarma, Jakarta
library.usu.ac.id/download/fisip/sosiologi-henry.pdf
unhas.ac.id/jurnal/files/c6402e9999ee107a1df6ce4de108442b.pdf
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21938/3/Chapter%20II.pdf
ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jek/article/view/1643/990