PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Disusun Oleh:
Nama Anggota :
1. Ilham Agung A.
2. Muhammad Nurhadi
3. Naqiyyatussyifa Almaghfiroh N.
4. Risam Pamungkas
5. Wahyu Tri Utomo
Kelas : 3ID10
Kelompok : I (Satu)
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
,UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2016
BAB
1 Azas-azas Lingkungan
A.
Ekologi
dan Ilmu Lingkungan
Ekologi merupakan salah
satu ilmu bagi ilmu lingkungan. Secara harfiah ekologi berarti ilmu tentang
rumah tangga makhluk hidup. Disini mereka saling berinteraksi dengan sesamanya
dan dengan komponen-komponen yang tidak hidup dalam mempertahankan kelangsungan
sistem. Beberapa definisi tentang ekologi:
·
Odum, 1971
Ekologi adalah kajian struktur dan
fungsi alam, tentang struktur dan interaksi antara sesama organisasi dengan
lingkungannya.
·
Miller, 1975
Ekologi adalah ilmu tentang
hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan
tempat tinggalnya.
·
Otto Soemarwoto
Ekologi adalah ilmu tentang hubungan
timbang balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekologi memiliki
hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya (ekosistem) bersifat
bersifat obyektif, manusia dipandang sama dengan makhluk hidup yang lain. Dalam
ilmu lingkungan, manusia dibedakan dengan makhluk hidup lain, pandangan
hubungan antara manusia dengan lingkungan bersifat subyektif. Ilmu lingkungan
manusia mempunyai hak khusus, semuanya dipandang dari kepentingan manusia,
tetapi manusia juga harus mempunyai tanggung jawab yang paling besar terhadap
lingkungannya dimana tanggung jawab ini tidak mungkin diserahkan kepada kepada
makhluk hidup lain.
Jenis-jenis
lingkungan hidup
Lingkungan hidup dibedakan menjadi tiga
yaitu:
a. Lingkungan
fisik (physical environment)
b. Lingkungan
biologi (biological environment)
c. Lingkungan
social (social environment)
Menurut
penjelasan Pasal 1 Undangan-undangan Nomor 4 Tahun 1982 Tentang Pokok-pokok
Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan hidup dibedakan menjadi empat yaitu:
a. Lingkungan
alam hayati
b. Lingkungan
alam non hayati
c. Lingkungan
buatan
d. Lingkungan
sosial
B.
Azas-azas
Pengetahuan Lingkungan
ASAS
1.
Menyatakan bahwa semua energi yang memasuki sebuah organisme, populasi, atau
ekosistem yang dianggap sebagai energi tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat
diubah dari satu bentuk ke bentuk lain, serta tidak dapat hilang, dihancurkan,
maupun diciptakan.
ASAS
2.
Menyatakan bahwa tidak ada sistem perubahan energi sangat efisien. Misalnya
pada Hukum Termodinamika II yaitu “Semua sistem biologi kurang efisien,
kecenderungan umum, energi berdegradasi ke dalam bentuk panas yang tidak balik
dan beradiasi menuju angkasa.”
ASAS
3.
Menyatakan bahwa materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semuanya
termasuk pada sumber alam.
ASAS
4.
Menyatakan bahwa semua kategori sumber alam, jika pengadaannya telah maksimal,
pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam sampai
ke tingkat maksimum.
ASAS
5.
Menyatakan bahwa terdapat dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang
pengadaannya dapat merangsang penggunaan, dan tidak mempunyai daya rangsang
penggunaan.
ASAS
6.
Menyatakan bahwa Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan
daripada saingannya, cenderung akan berhasil mengalahkan saingannya tersebut.
ASAS
7.
Menyatakan bahwa kemantapan pada keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di
alam lingkungan yang mudah diramal.
ASAS
8.
Menyatakan bahwa sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman
takson. Hal tersebut bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup
dapat memisahkan takson.
ASAS
9.
Menyatakan bahwa keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa
dibagi produktivitasnya. Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan
keanekaragaman dalam suatu sistem biologi.
ASAS
10.
Menyatakan bahwa lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan
produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem
biologi menjalani evoluasi yang mengarah pada peningkatan efisiensi penggunaan
energi pada lingkungan fisik yang stabil.
ASAS
11.
Menyatakan bahwa sistem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum
mantap. Contohnya seperti pada hama tikus, serangga dari hutan rawa menyerang
tanaman pertanian dilahan transmigran.
ASAS
12.
Menyatakan bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung
kepada kepentingan relatifnya pada keadaan lingkungan.
ASAS
13.
Menyatakan bahwa ingkungan yang secara fisik telah mantap memungkinkan
terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem yang mantap, serta
kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh.
ASAS
14.
Menyatakan bahwa derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung
kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan
mempengaruhi populasi tersebut.

Gambar
1 Hubungan berlogika dari 14 Asas
BAB
2 Sumber Daya Alam
A.
Landasan
1.
Falsafah
Masyarakat Indonesia dalam kenyataan lebih akrab
dengan lingkungan alamnya dari pada dengan lingkungan teknologinya. Keadaan
alam masih lebih menentukan untuk sebagian besar masyarakat Indonesia daripada
upaya teknologi.
Perkembangan teknologi yang mengelola sumber daya
alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besar bagi kesejahteraan rakyat,
dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya, dan akan tetap
bermanfaat bagi generasi yang akan datang (masa depan). Pemanfaatan dari
penggunaan teknologi sumber daya alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan,
untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan. Mengadakan rehabilitas
kepada sumber daya alam yang sudah terlanjur rusak karena kondisi alamnya.
Daerah aliran sungai sebagai suatu kesatuan perlu dipertahankan bahkan
ditingkatkan, demikian pula daerah pantai, wilayah laut dan kawasan udara.
2.
Konsep
Sumberdaya alam ialah suatu sumber daya yang
terbentuk karena kekuatan alamian, misalnya tanah, air dan perairan, biotis,
udara dan ruang, mineral, panas bumi dan gas bumi, angin, pasang susrut atau
arus laut. Kepentingan seperti pembangunan ekonomi sumber alam digolongkan
berdasarkan potensi penggunaannya, misalnya Sumber Alam Penghasil Energi: air,
matahari, arus laut, gas bumi, minyak bumi, batu bara, angin dan
biotis/tumbuhan, dll. Sumber Alam Penghasil Bahan Baku yang terdiri dari
mineral, gas bumi, biotis/tumbuhan, tanah, dll. Sumber Alam Lingkungan Hidup:
udara dan ruang, periran, tentang alam, dll.
3.
Permasalahan
Permasalahan dari sumber daya alam yaitu dengan
keterbatasan sumber daya alam akan menjadikan kendala pembangunan nasional. Hal
seperti itu perlu diperhatikan karena sumber daya alam yang ada, terutama tanah,
hutan, perairan dan ruang sudah berada dalam keadaan yang kritis.
B.
Kebijaksanaan
Garis-garis besar
haluan Negara dengan jelas menyebutkan bahwa sumberdaya alam merupakan salah
satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal daya sumberdaya alam harus dimanfaatkan
sepenuhnya, tetapi caranya dengan tidak merusak. Cara yang tepat harus dipilih
untuk dapat memelihara dan mengembangkan agar modal dasar tersebut semakin
besar manfaatnya untuk pembangunan kedepannya (yang akan datang).
Sejak Repelita I sampai sekarang usaha
pengelolaan sumberdaya alam dilaksanakan dengan prioritas:
1. Perlindungan
dan pengembangan flora dan fauna yang hamper punah
2. Pemanfaatan
sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dengan menjamin kelestariannya
3. Perlindungan
atas plasmanutfah dihutan dan diluar kawasan konservasi (pelestarian)
4. Pemnfaatan
SDA dengan memperhitungkan segi-segi pembangunan daerah sehingga dapat saling
mendorong pertumbuhan dan pengembangan daerahnya
5. Usaha
agar kebijaksanaan diterapkan secara terpadu dan saling menunjang.
6. Pemanfaatan
sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui harus dilakukan secara bijaksana
tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan.
C.
Pengelola
Sumber Daya Alam
Suatu daerah yang
mengalami pembangunan selalu didasarkan kepada pemanfaatan suatu sumber daya alam.
Makin banyak suatu daerah mempunyai sumberdaya alam dan makin efisien
pemanfaatan sumber daya alam tersebut, makin baik keadaan kehidupan ekonomi
dalam jangka panjang.
Berdasarkan kemampuan untuk
memperbaharui, maka SDA dibagi 2 golongan, yaitu:
(1) Sumberdaya
alam dapat diperbaharui,
(2) Sumberdaya
alam yang tidak dapat diberharui.
Hubungan antara sumber
alam, jumlah penduduk dan kualitas hidup dapat di gambarkan yaitu, Rkh adalah
perbandingan sumber alam yang dikelola dibagi dengan perkalian jumlah penduduk dengan
konsumsi perkapita. Jadi, semakin rendah nilai Rkh makin rendah pula kualitas
hidup modern.
Pemilihan peruntukkan
dari kegunaan sumber alam yang dari berbagai keperluan sangatlah penting, agar
pemilihan tersebut dilaksanakan atas dasar (1) efisiensi dan efektifitas
penggunaan yang optimal dalam batas-batas kelestarian, (2) tidak mengurangi
kemampuan dan kelestarian sumber alam lainnya yang berkaitan dalam suatu
ekosistem, dan (3) memberikan kemungkinan untuk mempunyai pilihan penggunaan
dimasa depan, sehingga perombakan ekosistem tidak dilakukan secara drastis.
Ada empat lingkungan
yang saling berkaitan untuk pemanfaatan sumber alam, yaitu lingkungan
perlindungan matang, lingkungan produksi yang bertumbuh, lingkungan serba guna,
dan pemukiman dan industri.
D.
Karakteristik
Ekologi SDA
Kegiatan pembangunan
membawa berbagi tingkat perubahan terhadap ekosistem, tetapi selalu diatur oleh
pembatasan ekologi yang bekerja dalam suatu ekosistem alam itu. Faktor-faktor
pemmbatasan ekologi ini perlu diperhitungkan agar pembangunan membawa hasil
yang lestari. Hubungan antara pengawetan ekosistem dan perubahan demi
pembangunan ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Kebutuhan
untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat pilihan penggunaan sumber alam
dimasa depan.
2. Kenyataan
bahwa peningkatan pembangunan pada daerah-daerah pertanian tradisional yang
telah terbukti berproduksi baik mempunyai kemungkinan besar untuk memperoleh
pengembalian modal yang lebih besar dibandingkan daerah yang baru.
3. Kenyataan
bahwa penyelamatan masyarakat biotis dan sumber alam yang khas merupakan
langkah pertama. (Dasman, 1973)
Tanah
Sebagai Sumber Daya Alam: tanah merupakan kumpulan ditubuh
alam diatas permukaan bumi yang mengandung benda-benda hidup dan mampu
mendukung pertumbuhan tanaman. Lapisan teratas suatu penampang tanah biasanya
mengandung banyak bahan organic dan berwarna gelap karena akumulasi bahan
organik, lapisan ini merupakan lapisan utama.
Air
Sebagai Sumber Daya Alam: air merupakan sumber air yang
berpengaruh dibidang pertanian dan industry diberbagai tempat didunia. Dibidang
pertanian kekurangan air menjadi hambatan utama, sedangkan kebutuhan air akan
meningkat karena pertambahan penduduk dan peningkatan kegiatan pertanian,
industri, pertambangan, serta meluas tempat-tempat pemukiman.
Cuaca
dan Iklim sebagai Faktor Penunjang SDA dan Lingkungan: cuaca dan iklim berfluktasi dan berubah
karena alam, dan juga karena manusia. Perubahan karena manusia berpangkal dari
pertambahan penduduk yang menyebabkan bertambahnya jumlah energy secara
langsung kedalam udara, pembukaan tanah yang menyababkan berubahnya permukaan
bumi, pengotoran udara yang menyebabkan terjadinya perubahan energy baik yang
menuju atau keluar dari permukaan bumi.
E.
Daya
Dukung Lingkungan
Daya dukung lingkungan
ditentukan oleh banyak factor, baii factor biofisik maupun
sosial-budaya-ekonomi. Kedua factor yang saling mempengaruhi.
Faktor biofisik
penting, karena menentukan daya dukung lingkungan ialah proses ekologi yang
merupakan sistem pendukung kehidupan dan keanekaan jenis yang merupakan
sumberdaya gen, misalnya hutam adalah salah satu faktor ekologi dalam sistem
pendukung kehidupan. Hutan melakukan proses fotosintesis yang menghasilkan
oksigen yang kita perkukan untuk pernafasan kita.
Faktor sosial budaya
juga mempunyai pernana yang sangat penting, bhakan menentukan daya dukung
lingkungan, sebab akhirnya manusialah yang menentukan apakah pembangunan akan
berjalan terus atau berhenti.
F.
Keterbatasan
Kemampuan Manusia
Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan
besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk
ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan
sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang,
seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan
masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak
kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan
lingkungan hidup.
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara,
air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak
buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah
aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak
langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara
langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup
antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar
(penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
Daftar
Pustaka.
Santoso, Budi. 1999. Imu Lingkungan Industri. Depok:
Universitas Gunadarma.
Drs. Jupri MT. 2016. Sumber Daya Alam. Bandung: Univeristas
Pendidikan Indonesia. Diunduh pada 13 April 2016 pukul 16.10 http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/196006151988031-JUPRI/SUMBER_DAYA_ALAM_Drs._Jupri,_MT.pdf