animasi  bergerak gif
I Want To Kill You
0

Manusia dan Penderitaan


Hello guys ada info lagi nih tentang Manusia dan Penderitaan.

Manusia
Ada yang tau arti dari “Manusia”??
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Dan masing-masing manusia pasti mempunyai suatu cerita suka maupun duka.


Penderitaan
Apakah kalian tau juga guys apa itu “Penderitaan”??
Penderitaan berasal dari kata “Derita” yaitu Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.  Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan  termasuk  realitas  dunia  dan  manusia.   Intensitas  penderitaan bertingkat-tingkat,  ada  yang  berat  ada juga  yang  ringan.  Namun  peranan  individu  juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh  seseorang  belum  tentu  merupakan  penderitaan  bagi  orang  lain.  
Dapat  pula  suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "resiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan diri dari-Nya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikan-Nya? Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah  akan  nasib  yang  ditentukan  Tuhan  atas  dirinya.  Kepasrahan  karena  yakin  bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya  kecil  dan  menerima  takdir.  Dalam  kepasrahan  demikianlah  akan  diperoleh  suatu kedamaian  dalam  hatinya,  sehingga  secara  berangsur  akan  berkurang  penderitaan  yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari  yang dialaminya.
dalam beberapa hal penderitaan dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. baik itu penderitaan secara mental, penderitaan secara fisik, dan penderitaan juga datang dari Allah atau sering disebut adzab.
Setiap manusia pasti ada kisah dimana manusia tersebut memiliki kisah dari mereka susah hingga mereka sukses.

Saran w nih guys :
“Hadapilah hidup ini dengan tetap terus berdo’a,bertawakal, dan berikhtiar maka insya allah segala rintangan akan terasa lebih ringan”.


when there is a shortage or error in order to proclaim the word please .....(˘ʃƪ˘)
and thank you for visiting my blog…….(。♥‿♥。)




Daftar Pustaka
http://yogajoyohadipoetranto28110641.blogspot.com
http://yanwariyanidwi.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia





0 komentar:

Posting Komentar